Pekerja Seni dan Kratif Yogya Kampanyekan #SAMASAMAMAKAN

Pekerja Seni dan Kratif Yogya Kampanyekan #SAMASAMAMAKAN

menyebarnya Covid-19 di Indonesia mulai dirasakan banyak pihak. Para pekerja seni dan kreatif di Yogyakarta turut terpukul dengan penyebaran Covid-19 yang sudah mulai masuk bulan ke-3 ini. Sumber mata pencaharian pun terhenti demi menekan penyebaran virus, namun aktivitas itu berdampak pada perekonomian para pekerja seni dan kreatif di Yogyakarta.

Yogyakarta adalah rumah bagi para pekerja seni kreatif. Semua saling support dan menyemangati. Demikian pula di masa sulit ini. Sejumlah pekerja seni dan kreatif di Yogya berinisiatif membuat gerakan yang bisa membantu sesama kawan yang berfokus pada hal yang sama. Gerakan bernama #samasamamakan ini lahir dari percakapan partial beberapa pekerja seni/kreatif yang berdomisili di Yogya.

Percakapan via WhatsApp maupun telepon antara Lani (Frau) dengan Rully Sabara (senyawa, Zoo), Doni Kurniawan (RSTH, Heroic Karaoke), Gufi, dan Liesta semakin mengerucut lalu berujung pada sebuah inisiatif bersama.

“Pada 1 April 2020 akhirnya Lani bikin grup WA dengan nama #samasamamakan. Dalam grup ini kami mulai merumuskan sebuah gerakan yang intinya bisa membantu sesama teman pekerja seni/kreatif yang sumber mata pencahariannya terhenti karena efek pendemi,” beber Doni Kurniawan.

Setelah melalui beberapa obrolan teknis dan mengajak teman desain grafis, Ngalib, disepakati gerakan ini mulai dijalankan pada 13 april 2020. Mereka menyebarluaskan gerakan ini di media sosial lewat akun @sama2makan, grup WA jaringan, dan ke banyak tempat lainnya. Dalam gerakan #SamaSamaMakan kawan-kawan pekerja seni/kreatif yang sekiranya membutuhkan akan mendapat kiriman makanan berupa sembako matang sesuai kebutuhan dan situasi hidup masing-masing.

Selama hampir satu pekan, #samasamamakan mengumpulkan dana dan data. Gerakan ini mendapat respon cukup baik. Mereka mengajak masyarakat menjadi donatur dalam bentuk sembako maupun dana. Dana akan dialokasikan untuk membayar jasa pengiriman ke rumah-rumah penerima makanan di mana sebagian besar pengirim merupakan teman-teman kreatif yang menyambi sebagai driver ojol. Lalu dalam #samasamamakan ada kawan-kawan pemasak. Mereka dapat erbagi lauk dan sayur harian yang dimasak pada hari itu juga. Lalu ada pula yang menjadi admin dan tim ribet.

“Kami yang menginisiasi juga merupakan ‘yang terdampak’. Kerja kami di gerakan tetap merupakan kerja sambilan di samping pencarian nafkah lain yang mungkin dilakukan. Karena itu kami butuh bantuan admin dan tim Ribet yang akan berbagi tugas bersama: mengelola sembako, pemasak, dan penerima makanan,” sambung Doni.

Ada pula yang bertugas menjadi tim fundraising. Beberapa dari mereka sedang menggodok beberapa skema penggalangan dana yang dapat disalurkan ke inisiatif ini. #samasamamakan sangat terbuka bagi teman-teman yang mau ikut mengelola atau menyumbang gagasan terkait skema-skema ini. Kawan-kawan yang ingin mengajukan teman yang memerlukan bantuan atau penerima makanan harus mengisi data. Semua data hanya sebagai bahan laporan kepada Donatur.

Dalam rentang waktu 1 minggu, donasi uang yang terkumpul sekitar Rp6 juta. Relawan memasak sekitar 10 orang. Donasi sembako total beras 100kg, telur 40kg, gula 40kg, dan minyak goreng 50 liter. Donasi sembako ini didapat dari kerjasama dengan gerakan lain yang mempunyai tujuan yang sama.

Dari data donasi yang terkumpul , tim #samasamamakan kemudian merumuskan mekanisme penyaluran tiga paket sembako: A untuk keluarga (4 orang atau lebih) untuk kebutuhan dasar 2 minggu, B untuk keluarga kecil (2 sampai 3 orang) kebutuhan dasar 2 minggu, C untuk perorangan untuk memenuhi kebutuhan dasar 2 minggu, D untuk mahasiswa terdampak, kebutuhan dasar 1 minggu.

Sumber : https://www.krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *