Bantuan makanan siap saji untuk pelaku pariwisata di Jayapura

Bantuan makanan siap saji untuk pelaku pariwisata di Jayapura

Sentani – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Jayapura, Papua membagikan makanan siap saji (nasi dan lauk pauk) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepada 1.076 pelaku pariwisata yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Usaha Kecil Menengah (UKM) Pariwisata, HPI, GENPI, motoris, dan seniman di Kabupaten Jayapura.

Kepala Disbudpar Kabupaten Jayapura-Papua, Joko Sunaryo, mengatakan bantuan ini diberikan kepada para penggiat pariwisata di Kabupaten Jayapura yang terdampak langsung pandemi Covid-19.

Dikatakan, bantuan yang diterima para pelaku pariwisata saat ini berbeda dengan bantuan-bantuan yang diberikan sebelumnya oleh Dinas Sosial.
Bantuan makanan siap saji untuk pelaku pariwisata di Jayapura 1 i Papua

Menurutnya, bantuan yang diberikan ini sangat terbatas dan di Papua hanya ada tiga kabupaten yang menerima bantuan ini dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, salah satunya Kabupaten Jayapura.

“Penerima bantuan ini tersebar di Kampung Asei dan Kampung Yokiwa di Distrik Sentani timur, Kampung Tablasupa Distrik Depapre, Kampung Repang Muaif Distrik Nimbokrang, dan perhimpunan perhotelan di Kota Sentani,” jelas Joko, saat ditemui di Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura-Papua, Jumat (10/7/2020).

Joko berharap dengan bantuan yang diterima ini aktivitas kepariwisataan tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Memasuki masa normal baru saat ini, pasti masyarakat akan membludak ke tempat wisata. Tetapi protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan. Hal ini sudah kami sosialisasi lebih dulu kepada pengelola pariwisata di daearah ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Jayapura, Bambang Zulhadi, mengatakan bantuan serupa sudah diberikan pada awal penanganan Covid-19 di daerah ini, tetapi bantuan tersebut tidak bertahan selama masa pandemi seperti saat ini.

Bambang juga mengatakan aktivitas perhotelan di Kabupaten Jayapura sudah aktif kembali tetapi belum 100 persen.

“Masih ada karyawan yang dirumahkan. Aktivitas berjalan di masing-masing hotel hanya 40-60 persen. Hal ini hanya memastikan ketersediaan kamar ketika ada tamu yang datang. Karena sebagian besar hotel di sini sebagai tempat transit,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *