RUU Cipta Kerja Bakal Geliatkan Industri Padat Karya

RUU Cipta Kerja Bakal Geliatkan Industri Padat Karya

Jakarta – Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) diyakini bakal mempermudah investor asing masuk ke Indonesia. Regulasi tersebut juga diyakini bakal membuka lapangan kerja dan mengeliatkan industri padat karya.

Pendiri dan CEO Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI) Bari Arijono mengatakan dengan adanya regulasi tersebut pemerintah memangkas prosedur izin yang selama ini menjadi kendala.

“Jadi, investor yang masuk ke Indonesia itu yang bisa kita lihat, itu yang mendukung padat karya. Itu pasti akan mendongkrak perekonomian Indonesia,” kata Bari, Kamis, 20 Agustus 2020.

Bari juga menilai industri padat karya bakal berdampak positif jika aturan tersebut disahkan menjadi UU. Sebab, jika perusahaan yang masuk dan berinvestasi bukan jenis padat karya, investor tersebut hanya akan mengambil keuntungan semata tanpa berkontribusi bagi Indonesia.

Bari meyakini, nantinya perusahaan padat karya asal luar negeri yang masuk ke Indonesia akan menjadi solusi terserapnya banyak tenaga kerja dalam negeri.

“Lebih ke padat karya jadi banyak tenaga kerja yang terserap, pengangguran dan kemiskinan (membaik), ekonomi itu pasti akan terangkat, daya beli naik,” lanjutnya.

Sebaliknya, jika perusahaan yang masuk dan berinvestasi bukan jenis padat karya, investor tersebut hanya akan mengambil keuntungan semata tanpa berkontribusi bagi Indonesia.

“Tapi kalau yang tidak padat karya, ya, kita hanya menyetor, kita hanya disedot saja, tenaga kita dipakai untuk menambah pundi-pundi neraca keuangan negara lain,” katanya.

“Misal pabrik handphone, kalau Samsung, kan, sudah ada, terus Microsoft, mau bikin data center di Indonesia, Google (hingga) Facebook mau bikin inovasi apa di Indonesia. Jadi, itu bagus untuk penerapan omnibus law, lebih cepat sasarannya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *