JAKARTA — Pegiat media sosial yang juga dosen UI, Ade Armando, babak belur dihajar massa perusuh saat aksi demo mahasiswa di Gedung DPR, Senin (11/4/2022) lalu.
Beberapa pelaku pengeroyokan sudah berhasil dibekuk polisi dan mengungkap sejumlah fakta.
Peristiwa pengeroyokan Ade Armando ini dikecam banyak pihak.
Termasuk pegiat media sosial Denny Siregar yang juga rekan Ade Armando.
“Hampir semua pemukul Ade Armando yang ditangkap polisi adalah pendukung Rizieq Shihab.. Ini menunjukkan bahwa FPI sudah mencuci otak mereka jadi manusia bodoh, militan dan barbar dengan balutan agama,” kata Denny Siregar dalam cuitan di akun Twitternya, Jumat (15/4/2022).
Sejak lama Denny menilai bahwa FPI yang kini sudah dibubarkan pemerintah adalah organisasi radikal berbalut agama.
Sebelumnya Denny Siregar juga beberapa kali mengecam penganiayaan terhadap Ade Armando.
Ia bahkan menilai peristiwa ini adalah ancaman bagi demokrasi di Indonesia.
“Ade Armando datang untuk memberikan dukungan mahasiswa tolak Jokowi 3 periode. Gua juga dari awal menolak,” kata Denny di akun Twitternya, Senin (11/4/2022).
“Tapi karena kesusupan kadrun, akhirnya di provokasi. Sudah dipantau yang keroyok bukan mahasiswa, tapi kadrun yg teriak-teriak, “Halal darahnya,” ujar Denny.
Seperi diketahui Ade dikeroyok massa saat aksi demo mahasiswa hendak selesai di Gedung DPR, Senin (11/4/2022) lalu.
Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan mengatakan pihaknya kembali membekuk 3 orang lagi pelaku pengeroyokan pegiat media sosial Ade Armando dari sejumlah tempat, Kamis (14/4/2022).
Sebelumnya kata Zulpan, pihaknya sudah membekuk 3 pelaku yakni Komarudin, Muhamad Bagja dan Dhia Ul Haq serta satu provokator yakni Arif Ferdini.
Tiga pelaku lain yang dibekuk kata Zulpan adalah Abdul Latip, Marcos Iswan dan Al Fiqih Hidayatuloh.
“Hari ini kita juga telah berhasil menangkap 1 orang lagi atas nama Abdul Latip. Yang bersangkutan kita lakukan penangkapan di Pelabuhan Ratu,” kata Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/4/2022).
Kemudian kata Zulpan di samping orang-orang yang telah dilakukan penangkapan, penyidik dari Polda Metro Jaya melakukan pengembangan terkait dengan penanganan kasus ini.
Dimana dalam aksi kekerasan tersebut tidak hanya melibatkan 6 orang yang didentifikasi sebelumnya.
“Dalam perkembangan penanganannya ada orang-orang lain yang juga ikut melakukan aksi kekerasan dimana ada dua orang yang juga kita sudah berhasil melakukan penangkapan,” ujarnya.
Yakni atas nama Marcos Iswan dan Al Fiqih Hidayatuloh.
“Marcos Iswan ini berperan dalam aksi kekerasan melakukan pemukulan terhadap korban. Marco Iswan kita lakukan penangkapan di Sawangan, Kota Depok, Kamis dinihari pukul 01.25 tadi pagi,” kata Zulpan
Kemudian pelaku yang lain yang dibekuk Al Fiqih, menurut Zulpan juga berperan serta dalam melakukan pemukulan terhadap Ade Armando.
“Yang bersangkutan kita lakukan penangkapan di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan juga Kamis dini hari tadi pukul 02.55,” kata Zulpan.
Terhadap enam pelaku yang dibekuk ini kata Zulpan sudah dilakukan pemeriksaan. “Ke enamnya sudah ditetapkan tersangka,” kata Zulpan.
Menurutnya penyidik masih terus mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku lainnya.
