Pedagang Pasar Beringharjo Dapat Perpanjangan Relaksasi Retribusi

Pedagang Pasar Beringharjo Dapat Perpanjangan Relaksasi Retribusi

Suarayogyakarta.com – Perpanjangan relaksasi pembayaran retribusi oleh pedagang di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta diperpanjang hingga Juni 2020.

Kepala Seksi Pengembangan Pasar, Disperindag Kota Yogyakarta, Dwi Nanto Sujatmiko mengatakan, perpanjangan retribusi bagi pedagang di Pasar Beringharjo untuk menyikapi merosotnya kunjungan pembeli.

“Awalnya perpanjangan retribusi hanya diberlakukan pada April-Mei 2020. Ternyata, kondisi di lapangan belum membaik sehingga diputuskan adanya perpanjangan hingga Juni 2020 ini,” jelas Nanto pada Kamis (11/06/2020).

Nanto menambahkan, total pedagang di Pasar Beringharjo sekitar 5.000 pedagang.

Sekitar 1.600 pedagang di bagian barat, 1700 pedagang di bagian timur, dan sisanya berada di bagian tengah.

Sementara itu, ada delapan pasar di kota Yogyakarta yang akan mendapatkan relaksasi retribusi yaitu Pasar Demangan,  Kranggan, Sentul, Karangwaru, Beingharjo Timur, Beringharjo Tengah, dan Beringharjo Barat.

Adapun skema relaksasi yang akan diberikan adalah dengan pengurangan pembayaran mulai 25 persen, 50 persen dan maksimal 75 persen.

“Untuk relaksasi retribusi akan disesuaikan dengan kondisi produk yang dijual pedagang seperti pedagang di bagian barat pasar Beringharjo akan mendapatkan relaksasi sebesar 75 persen, karena produk yang dijual sangat terimbas pandemi Corona,” tutur Nanto.

Skema relaksasi retribusi, dijelaskan Nanto, misalnya ada pedagang  pasar Beringharjo barat yang memiliki luas los 5m2, di mana per m2 dihargai Rp2 ribu, maka pedagang wajib membayar Rp 10 ribu per hari. 

Artinya, jika dalam satu bulan ada 30 hari, pedagang wajib membayar retribusi sebesar Rp 300 ribu.

Setelah dilakukan relaksasi sebesar 75 persen pedagang hanya membayar sebesar Rp 75 ribu per bulan.

“Tentunya adanya relaksasi diharapkan dapat meringankan beban para pedagang di tengah tekanan pandemi Corona. Sehingga, pedagang masih bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli kebutuhan lain,” pungkas Nanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *