Categories Ekonomi Yogyakarta

Pengawasan Hewan Ternak Meningkat Menjelang Iduladha di Kota Yogyakarta

Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M, Pemerintah Kota Yogyakarta meningkatkan pengawasan kesehatan hewan ternak, baik di tingkat peternak maupun hewan yang datang dari luar daerah. Langkah antisipasi dilakukan agar pelaksanaan ibadah kurban di Yogyakarta tetap berjalan lancar.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti mengatakan, meski kondisi di Kota Yogyakarta terkait penyakit pada hewan relatif terkendali, tetapi kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Menurutnya, menjelang Hari Raya Iduladha, Pemkot meningkatkan kewaspadaan dan menaruh perhatian utama pada kesehatan ternak di wilayah Yogyakarta.

“Difokuskan pada beberapa penyakit strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, parasit Darah, SE (Septicaemia Epizootica), serta penyakit zoonosis lainnya yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat maupun produktivitas ternak,” katanya, Senin, 11 Mei 2026.

Peningkatan kewaspadaan ini terutama dengan kebutuhan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba yang cenderung mengalami peningkatan. Sehingga mobilitas hewan ternak menjelang Iduladha cukup tinggi.

“Meskipun kondisi di Kota Yogyakarta relatif terkendali, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,” ucapnya.

Panggarti menjelaskan, Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan hewan terus melakukan berbagai langkah preventif seperti berupa vaksinasi. Termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan ternak, pengawasan lalu lintas hewan, edukasi kepada peternak dan pedagang, serta pemeriksaan ante mortem dan post mortem di lokasi penyembelihan.

Panggarti juga mengimbau, bagi masyarakat yang ingin berkurban agar untuk lebih selektif dalam membeli hewan kurban, salah satu yang terpenting dengan memperhatikan ciri-ciri ternak sehat. Ciri-ciri ini seperti nafsu makan baik, tidak demam, tidak keluar lendir berlebihan dari mulut atau hidung, serta tidak terdapat luka maupun benjolan pada tubuh ternak.

Selain itu, penting bagi panitia kurban dan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan ternak dengan gejala sakit agar dapat segera ditangani oleh petugas kesehatan hewan.

“Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan dan mencegah penyebaran penyakit di masyarakat,” ujarnya, mengakhiri.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *