Panduan Terbaru Kemenkes Cegah Penularan Covid-19 di Masyarakat, Pakai Masker Hingga Jaga Jarak

Panduan Terbaru Kemenkes Cegah Penularan Covid-19 di Masyarakat, Pakai Masker Hingga Jaga Jarak

Kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 111.455, Minggu (2/8/2020).

Jawa Timur menjadi daerah dengan kasus terbanyak 22.324.

Di belakangnya ada DKI Jakarta dengan total 21.767.

Lalu Jawa Tengah yang berada di posisi 3 dengan kasus sebanayk 9.659.

Pasien Covid-19 yang sembuh telah mencapai 68.975 dan yang menjalani perawatan 37.244.

Sedangkan, yang meninggal sekitar 5.236.

Meningkatnya kasus Covid-19 membuat Kementerian Kesehatan RI kembali merilis panduan untuk pencegahan Covid-19.

Panduan tersebut merupakan revisi kelima yang diterbitkan pada Senin (13/7/2020).

Namun, Kemenkes baru merilis ‘Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19)’ pada Selasa (28/7/2020).

Menurut Kemenkes, COVID-19 merupakan penyakit yang tingkat penularannya cukup tinggi.

Penularan dapat terjadi baik di rumah, perjalanan, tempat kerja, tempat ibadah, tempat wisata maupun tempat lain dimana terdapat orang berinteaksi sosial.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya perlindungan kesehatan masyarakat yang
dilakukan secara komprehensif.

Penularan COVID-19 terjadi melalui droplet yang mengandung virus SARSCoV-2 yang masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut dan mata.

Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru.

Kemenkes telah merilis panduan terbaru pencegahan penularan virus corona.

Masyarakat diharapkan mematuhi panduan tersebut.

Berikut ini pencegahan penularan pada individu:

  1. Membersihkan Tangan

Cuci tangan dengan air mengalir selama 40-60 detik atau menggunakan handsaitizer selama 20-30 detik.

Hindari menyentuh mata, hidung dengan tangan yang tidak bersih.

  1. Menggunakan Alat Pelindung Diri

Masyarakat diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya (yang mungkin dapat menularkan COVID-19)

  1. Jaga Jarak

Menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplet dari orang yang yang batuk atau bersin.

Jika tidak memungkin melakukan jaga jarak maka dapat dilakukan dengan berbagai rekayasa administrasi dan teknis lainnya.

  1. Membatasi diri terhadap interaksi / kontak dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya.
  2. Saat tiba di rumah setelah bepergian, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah.
  3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal
30 menit sehari, istirahat yang cukup termasuk pemanfaatan kesehatan
tradisional.

  1. Mengelola penyakit penyerta/komorbid agar tetap terkontrol.
  2. Mengelola kesehatan jiwa dan psikososial
  • Emosi positif: gembira, senang dengan cara melakukan kegiatan dan hobi yang disukai, baik sendiri maupun bersama keluarga atau teman dengan mempertimbangkan aturan pembatasan sosial berskala besar di daerah masing-masing
  • Pikiran positif: menjauhkan dari informasi hoax, mengenang semua pengalaman yang menyenangkan, bicara pada diri sendiri tentang hal yang positif (positive self-talk), responsif (mencari solusi) terhadap kejadian, dan selalu yakin bahwa pandemi akan segera teratasi
  • Hubungan sosial yang positif: memberi pujian, memberi harapan antar sesama, saling mengingatkan cara-cara positif, meningkatkan ikatan emosi dalam keluarga dan kelompok, menghindari diskusi yang negatif, tetap melakukan komunikasi secara daring dengan keluarga dan kerabat.
  1. Apabila sakit menerapkan etika batuk dan bersin.

Jika berlanjut segera berkonsultasi dengan dokter/tenaga kesehatan.

  1. Menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

Selain beberapa poin di atas, pemerintah juga mengungkap beberapa hal pencegahan lainnya yang perlu dipatuhi juga.

Bila bersin atau batuk cobalah ditutup menggunakan tidur atau sisi dalam lengan.

Tisu yang digunakan dibuang ke tempat sampah tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelahnya atau menggunakan handsanitizer.

Kamu harus megganti masker kain setelah 4 jam dipakai.

Masker tersebut juga harus segera di cuci bersih setelah dipakai.

Ketika memiliki gejala penyakit saluran pernapasan agar segera minum obat.

Jika penyakit tersebut semakin memburuk segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

Terakhir melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang benda benda yang sering disentuh, seperti pegangan pintu, pagar, meja, papan ketik komputer, dan lain-lain.

Pemerintah juga memberikan panduan pencegahan Covid-19 jika terpaksa harus bepergian.

Berikut ini panduannya:

a. Hindari kontak dengan hewan (baik hidup maupun mati).

b. Hindari mengonsumsi produk hewan mentah atau setengah matang.

c. Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan.

d. Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas.

e. Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan

f. Jika merasa tidak sehat/kurang fit ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan melalui layanan telepon terlebih dahulu.

g. Setelah kembali dari daerah berisiko, lapor kepada ketua RT/RW/Kepala Desa dan Petugas Puskesmas serta lakukan PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN 146 CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) REVISI KE-5 karantina mandiri.

Pantau kesehatan secara berkala, jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter atau
petugas puskesmas setempat riwayat perjalanan melalui telepon serta bila harus ke fasyankes maka gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit, jaga jarak dan rajin cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

Sumber : https://www.tribunnewswiki.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *