Olivia Zalianty Buka Konser di Ende Mengusung Tema, ‘Dari Ende untuk Pancasila’

Olivia Zalianty Buka Konser di Ende Mengusung Tema, ‘Dari Ende untuk Pancasila’

Artis dan pemain teater Olivia┬áZalianty bakal membuka Konser Puitik Natur bertema: ‘Dari Ende untuk Pancasila’.

Konser tersebut digelar di Pantai Ria Kabupaten Ende, dekat Pelabuhan Ende, tempat Presiden Pertama Republik Indonesia (RI), pertama kali menginjakan kaki di Ende.

Sebagaimana diketahui Ir. Soekarno atau Bung Karno diasingkan Pemerintah Kolonial Belanda Tahun 1934 hingga 1938 di Ende.

Konser digelar di atas miniatur kapal di Pantai Ria, Kamis (9/7) sekitar pukul 19.00 Wita, menghadirkan Bara Pattyradja, sastrawan dan penulis buku berkolaborasi dengan seniman Ende, yakni Cotok Pati dan Ende Mic.

Dalam jumpa pers yang digelar di Pantai Ria, Rabu (8/7), Azrul Azwal selaku koordinator, mengatakan, konser diinisiasi oleh seniman-seniman Ende. “Kebetulan Bang Bara Pattyradja berkunjung ke Ende kita kolaborasi,” ungkapnya.

Menurutnya, konser yang akan dipandu Kharisma Agung ini, bakal menyajikan berbagai suguhan yang menggugah dan menarik. Karena Olivia tidak berhalangan hadir, openingnya oleh Olivia secara virtual.

Bara Pattyradja mengatakan, ‘Dari Ende untuk Pancasila’ sebagai tema konser tersebut karena Ende merupakan bagian dari irisan sejarah yang sangat erat dengan kelahiran gagasan Pancasila.

“Kita tahu bersama, presiden kita, Bung Karno pernah diasingkan ke Ende, makan dari tanah Ende, hidup dari air Ende yang mempengaruhi Bung Karno secara psikologis-mental, gagasan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, Ende bukan sekadar Kota Pancasila tetapi juga Kota gagasan. Ende bukan sekedar masa lalu tetapi juga masa depan. Oleh karena itu, dia memotivasi para seniman di Ende.

Disinggung mengenai karya-karyanya, Bara Pattyradja mulai berkiprah di panggung sastra sejak tahun 2005. Puisi-puisinya yang dibukukan dalam, Bermula Dari Rahim Cinta.

Tidak berhenti di situ, Tahun 2006 Bara melahirkan karya berjudul, Protes Cinta Republik Iblis. Namanya kian dikenal.

Karya-karya selanjutnya, antara lain kumpulan puisi berjudul Samudra Cinta Ikan Paus, Pacar Gelap Puisi yang diterbitkan pada 2016. Tahun 2019 Bara Pattyradja menerbitkan dua buah karya, Aku Adalah Peluru dan Geser Dikit Halaman Hatimu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *