August 5, 2020

Kemendag Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Rakyat

JAKARTA – Kementerian Perdagangan terus mendorong percepatan pembangunan di daerah, khususnya sektor perdagangan melalui revitalisasi pasar rakyat.

“Revitalisasi pasar rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah, khususnya di sektor perdagangan. Hal ini juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing pasar rakyat,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto ketika meresmikan Pasar Gantan di Kabupaten Sleman, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (2/7/2020).

Program pembangunan pasar rakyat dilakukan melalui dana alokasi khusus (DAK) dan anggaran tugas pembantuan. Pemerintah telah membangun 5.264 unit pasar secara lintas kementerian sepanjang 2015-2019.

Per tahun lalu, Kemendag merevitalisasi sebanyak 1.034 pasar rakyat. Secara keseluruhan Kemendag telah merevitalisasi hingga 4.949 pasar rakyat.

Pada 2020, Kemendag telah menetapkan pembangunan 143 unit pasar rakyat dari 140 kabupaten/kota melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 54 Tahun 2020.

Menurutnya, pasar rakyat merupakan penggerak roda perekonomian masyarakat di Indonesia. Selain itu, pasar rakyat juga memiliki kedekatan dengan aspek sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Aspek sosial budaya inilah yang menjadi nilai unik tersendiri bagi pasar rakyat di Indonesia,” tekannya.

Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto mengungkapkan program revitalisasi pasar rakyat mencakup empat aspek yakni revitalisasi fisik, manajemen, ekonomi, dan sosial budaya.

“Revitalisasi manajemen pengelola berpedoman pada SNI Pasar Rakyat 8152:2015 dengan mempertimbangkan peningkatan profesionalisme pengelola, pemberdayaan pelaku usaha, serta penerapan standar operasional prosedur pengelolaan dan pelayanan pasar rakyat,” terang Suhanto.

Dia juga mengungkapkan, saat ini pasar Gentan telah dilengkapi sarana pos ukur ulang. Keberadaan pos ukur ulang ini merupakan wujud perlindungan bagi konsumen dan tanggung jawab pedagang untuk berdagang secara jujur di Pasar Gentan.

“Kepatuhan para pedagang di Pasar Gentan tercermin dengan kepatuhan dalam menjual bahan pokok tidak melebihi harga eceran tertinggi [HET] yang telah ditentukan, tidak menjual bahan pangan yang sudah kadaluarsa, dan tidak menjual bahan pangan mengandung bahan berbahaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Sri Purnomo menambahkan pasar rakyat Gentan juga telah berjualan secara daring. Bahkan, pelaksanaan perdagangan secara daring telah dimulai sebelum adanya pandemi Covid-19 di Indonesia dan telah bekerja sama dengan platform niaga elektronik.

Revitalisasi Pasar Gentan dilaksanakan pada 2017 dengan biaya sebesar Rp6 miliar yang berasal dari APBN. Pasar ini dibangun di lahan seluas 1.925 m2 yang dapat menampung 261 pedagang.

Sebelum direvitalisasi, pasar ini memiliki omzet Rp50 miliar per tahun. Sebaliknya, omzet meningkat menjadi menjadi Rp60-70 miliar per tahun setelah direvitalisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *