Cegah Radikalisme di Kampus

Cegah Radikalisme di Kampus

suarayogyakarta.com | Mahasiswa baru bisa saja menjadi pin­tu masuk, penyebaran pa­ham radikal di kampus. Usia muda dan masih mencari jati diri menjadi sasaran empuk bagi pelaku penyebar paham radikal. Untuk jajaran kam­pus harus mengantisipasi dan mencegah penyebaran radika­lisme di kampus.

“Untuk itulah pada tahun ajaran baru ini kami kembali masuk ke lingkungan kampus di seluruh Indonesia. Kami te­rus memberikan pemahaman akan bahayanya radikalisme kepada para mahasiswa baru,” kata Kepala Badan Nasion­al Penanggulangan Teroris (BNPT), Komjen Suhardi Alius saat menjadi pembicara pada kuliah umum anti-radikalisme, di Kampus Universitas Padjad­jaran (Unpad) Bandung.

Menurut Suhardi, para ma­hasiswa baru bisa menjadi entri poin masuknya paham radikal jika mereka salah menemukan mentor, salah cari lokasi kos. Se­bab kelompok radikalis itu sudah memegang data mahasiswa baru. Jadi pihak kampus hendaknya menyediakan mentor yang mo­derat. Jangan sampai salah, men­dapatkan mentor yang radikalis.

Di sisi lain, Suhardi me­nyayangkan jika ada survei yang menyebutkan puluhan persen mahasiswa terpapar paham radikal. Ia menegaskan BNPT tidak pernah merilis sur­vei itu, meskipun dia mengakui monitoring tetap dilakukan un­tuk mencegah berkembangnya paham radikal di kampus.

“Kalau saya declare, orang tua akan takut masukin anaknya kuliah, bisa salah ini. Jangan nilai setitik rusak susu sebelanga. Sangat sedikit kok, tidak bisa menggambarkan semua mahasiswa. Namun, BNPT selalu turun ke kampus untuk sosialisasi, kewaspadaan tetap harus ada,” tegasnya.

Kuliah umum anti-radika­lisme di Unpad merupakan rangkaian dari proses peneri­maan mahasiswa baru. Untuk kali ini diikuti oleh sekitar se­ribu mahasiswa baru Unpad tahun akademi 2019/2020. “Ac­ara ini bertujuan untuk men­cegah radikalisme dengan me­maksimalkan peran perguruan tinggi,” ujar Plt Rektor Unpad, Rina Indiastuti.

Rina menegaskan Unpad memiliki komitmen dalam mencegah gerakan radikal oleh mahasiswa, pimpinan, dosen, dan tenaga pendidik. Tampil­kanlah sikap dan perilaku baik yang mencerminkan nilai-nilai luhur Unpad serta berusahalah untuk bisa memberikan kontri­busi positif pada masyarakat.

“Unpad dan kita semua berkomitmen menjaga integ­ritas untuk tidak melakukan korupsi serta bersikap anti­radikal. Jagalah selalu kesatuan, kekompakan, dan sinergitas saudara untuk mewujudkan Unpad Ngahiji dan Unpad Ka­hiji,” ujar Rina.

Lebih jauh, Suhardi me­ngatakan tindakan radikal dan terorisme sedang gencar dimit­igasi dan ditangkal pemerintah melalui berbagai elemen. Dalam menangani situs-situs radikal, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan sejumlah langkah agresif. Ini dilakukan agar pe­nyebarluasan paham radikal di masyarakat bisa diantisipasi, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan segera menutup situs-situs yang memuat konten radikal.

Upaya tersebut, tambah Su­hardi, sejalan dengan apa yang dilakukan BNPT. Seiring de­ngan menyebarnya tindakan teror, yang tidak disadari ma­syarakat maka perlu upaya pencegahan dan penanggu­langan. Untuk itu, pihak BNPT telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah kementerian untuk bekerja sama mencegah te­rorisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *