Problem persampahan masih jadi sorotan utama bagi Pemkot Yogyakarta dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024.
Mengusung tema besar penguatan kualitas SDM untuk keberlanjutan pembangunan Kota Yogyakarta , selain soal sampah , isu strategis lainnya pun turut tercakup.
Mulai dari branding kawasan, sumber daya manusia berkualitas, penurunan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan, peningkatan perkonomian, serta kualitas lingkungan yang lebih baik.
Tidak berhenti sampai di situ, proses demokrasi pergantian kepala daerah dan legislatif lewat Pemilu dan Pilkada juga masuk RKPD.
Namun, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta , Agus Tri Haryono mengungkapkan, problem sampah tidak kalah krusial dibanding deretan isu yang telah diinventarisasi dalam proses perencanaan.
Isu penting pengelolaan sampah adalah belum terintegrasikan pengelolaan antara sisi hulu-hilir dan harmonisasi aspek teknis-finansial.
“Ini diperlukan strategi pengurangan atau penanganan sampah di sisi hulunya, ya, sehingga bisa mengurangi timbunan di TPA,” tandas Agus, Kamis (23/3/23).
Dijelaskan, strategi pengurangan di sisi hulu yang ditempuh oleh Pemkot Yogya adalah, melalui gerakan zero sampah anorganik yang nanti dilanjutkan dengan gerakan zero sampah anorganik plus.
Yakni, gerakan pengurangan sampah residu dan pengolahan limbah organik, yang dicanangkan pada awal 2024.
“Ini menjadi program jangka panjang karena terkait dengan membentuk karakter, kesadaran, serta mindset warga masyarakat untuk membudayakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya,” cetusnya.
