Tingkatkan Penyerapan Anggaran, Pemerintah Gencarkan Kampanye Protokol Kesehatan

Tingkatkan Penyerapan Anggaran, Pemerintah Gencarkan Kampanye Protokol Kesehatan

Pemerintah berencana akan memaksimalkan anggaran stimulus penanganan Covid-19 dari sektor kesehatan dengan menggencarkan kampanye perubahan perilaku masyarakat.

Hal itu dilakukan menyusul masih rendahnya penyerapan anggaran stimulus dari sektor kesehatan.

“Nah ini mungkin ke depan yang akan menjadi prioritas, bagaimana anggaran-anggaran yang belum berdipa ini lebih banyak difokuskan pada upaya-upaya mengubah perilaku masyarakat karena ini menjadi kunci,” ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Brian Sri Prahastuti dalam diskusi virtual, Minggu (2/8/2020).

Sektor kesehatan yang dimaksud adalah sejumlah institusi yang membidangi sektor kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Brian mencatat bahwa penyerapan dana stimulus dari sektor kesehatan sejauh ini baru sekitar 7,4 persen.

Persentase itu berasal dari total anggaran stimulus yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp 87,5 triliun.

Menurut Brian, penyerapan anggaran stimulus tersebut bisa saja tidak hanya untuk membeli obat-obatan, melainkan juga untuk mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat.

“Mungkin dananya ke depan bukan hanya untuk beli obat, tetapi juga bagaimana mempunyai strategi untuk mengubah perilaku masyaraat dengan cara yang sistematis dan masif,” kata dia.

Brian mengatakan, selama ini pemerintah juga sudah banyak melakukan kampanye kepada masyarakat untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan.

Bahkan, kampanye tersebut sering dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Misalnya, menjaga jarak, penggunaan masker, dan rajin mencuci tangan.

Kendati demikian, kata Brian, hal tersebut dirasa kurang cukup.

“Rasanya itu tidak cukup, mungkin harus ada strategi komunikasi yang lebih sistmatis, kemudian masif, untuk memastikan perubahan perilaku terjadi, itu menjadi tantangan,” kata dia.

Adapun total kasus Covid-19 di Indonesia dari 2 Maret 2020 hingga 2 Agustus 2020 mencapai 111.455 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 68.975 pasien telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Sementara, pasien dengan status suspek sebanyak 62.366 orang dan spesimen yang sudah diperiksa sebanyak 20.032 orang. Sedangkan, pasien meninggal dunia sebanyak 5.236 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *