Suara Yogyakarta – SELAIN terus mengakselerasi capaian rendah vaksinasi Booster di wilayah utara, Tim Mobile Vaksin BIN DIY bersama Dinas Kesehatan kembali menuntaskan kawasan menengah di selatan Gunungkidul. Tepatnya di padukuhan Pule Ngelo kalurahan Sidoharjo kapanewon Tepus, yang masuk kategori terdalam dan semi terisolir di kawasan pesisir pantai selatan Gunungkidul.
Upaya menembus lokasi tidak mudah. Selain memerlukan waktu tempuh dua jam dari Yogyakarta, atau lebih satu jam dari kota wonosari, hanya kendaraan roda dua dan beberapa roda empat tertentu yang bisa sampai di lokasi. “Iya, dua jam lebih dan hampir tidak ketemu karna di Google Mapp tidak nemu”, tutur Bambang, salah satu Tim Mobile Vaksin BIN DIY yang ikut ke lokasi.
Koordinator Imunisasi (Korim) wilayah Tepus 1, Ita Yoanita, mengatakan, padukuhan Pule Ngelo menjadi sasaran vaksinasi saat ini karena menjadi padukuhan dengan capaian vaksin rendah di wilayah puskesmas Tepus 1. Selain jauh dari jangkauan puskesmas, akses jalan masuk juga sempit dan rusak. Tidak semua jenis kendaraan bisa masuk.
”Baru kali ini dilaksanakan vaksinasi (di Pule Ngelo). Sebelumnya hanya diundang ke puskesmas atau kalurahan terdekat, namun tetap tidak maksimal. Tempatnya nylempit dan penuh jalan setapak. Akses jalan utama pun sempit dan banyak yang rusak. Jadi hanya mobil tertentu yang bisa masuk”, katanya saat menggelar vaksinasi di Pule Ngelo (Selasa, 5/7/2022).
Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo, menyatakan, upaya menggenjot wilayah capaian rendah di utara, perlahan mendapatkan hasil. Wilayah Gedangsari yang sebelumnya terendah, saat ini mulai bangkit mengejar. Namun lantaran penyebab rendahnya capaian komulatif Booster juga karena capaian yang tidak meratanya, maka pemerataan menjadi strategi permodelan BIN bersama Dinkes.
“Salah satu monev kita mendapati, meski wilayah Tepus sudah masuk zona capaian menengah untuk Booster, namun terdapat daerah tertentu yang rendah. Salahsatunya Pule Ngelo. Maka kami sepakat melakukan penyisiran”, jelas Eko kepada awak media yang hadir.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, saat diminta konfirmasinya tentang capaian vaksinasi Booster Gunungkidul mengatakan, bahwa untuk saat ini sudah kembali ada progres. Jika sebelumnya tertahan di angka 10 persen sebelum Idul Fitri, dan menjadi terendah se DIY, kehadiran bantuan mobilisasi dari BIN, kini menjadi nomor tiga se DIY.
“Vaksinasi Booster kita sempat terhenti dan sulit ditingkatkan. Bantuan mobilisasi BIN sangat membantu dan terlihat hasilnya. Capaian yang awalnya masih di bawah 10 persen, atas provokasi BIN perlahan terus naik hingga saat ini menembus angka 30 persen. Kami Dinas kesehatan butuh dukungan dan provokasi-provokasi seperti yang BIN lakukan”, ungkap Dewi.
Tugas vaksinasi, tegas Dewi, sekali lagi bukan hanya menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan. “Dinkes hanyalah eksekutor. Sementara tugas mobilisasi, menghadirkan masyarakat ke pusat-pusat layanan, dan upaya mendekatkan vaksinasi ke sasaran dalam bentuk massal, adalah tugas bersama. BIN salah satunya”, jelasnya.
Oleh karenanya, lanjut Dewi, seluruh stakeholder terkait yang ada, memiliki tugas bersama dalam menuntaskan program vaksinasi ini. “Satgas Covid, para OPD, Panewu, Lurah, hingga kepala dukuh dan RT, sangat dinanti perannya ikut memobilisasi. Kami dari Dinkes dan jajaran di seluruh 30 UPT Puskesmas, akan selalu siap mengeksekusinya”, pungkasnya.
