Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan akses pembiayaan dan investasi, pengembangan startup dan ekosistem digital, hingga mempercepat transformasi ekonomi digital. Hal tersebut disampaikan Wamen Ekraf, Irene Umar saat menjadi pembicara dalam Finance 2045 yang diselenggarakan Trescon Global di Jakarta
Dalam paparan bertajuk Creative Economy as Indonesia’s Next Investable Growth Engine, Irene Umar menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi pertumbuhan yang besar, namun secara struktural masih menghadapi keterbatasan akses permodalan (under-capitalised). Karena itu, sektor ini layak menjadi kelas aset baru yang menjanjikan bagi investor global.
“Kami di Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat infrastruktur keuangan melalui sekuritisasi Kekayaan Intelektual di sektor perbankan global. Langkah inovatif ini hadir untuk menciptakan alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif, baik yang sudah menghasilkan pendapatan maupun yang masih berupa hak cipta/desain baru, sehingga para pelaku industri kreatif kita mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah untuk meningkatkan skala usahanya,” ujar Irene.
Dalam paparan bertajuk Creative Economy as Indonesia’s Next Investable Growth Engine, Irene Umar menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi pertumbuhan yang besar, namun secara struktural masih menghadapi keterbatasan akses permodalan (under-capitalised). Karena itu, sektor ini layak menjadi kelas aset baru yang menjanjikan bagi investor global.
“Kami di Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat infrastruktur keuangan melalui sekuritisasi Kekayaan Intelektual di sektor perbankan global. Langkah inovatif ini hadir untuk menciptakan alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif, baik yang sudah menghasilkan pendapatan maupun yang masih berupa hak cipta/desain baru, sehingga para pelaku industri kreatif kita mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah untuk meningkatkan skala usahanya,” ujar Irene.”Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, selain fokus pada urusan permodalan, Kementerian Ekraf juga bergerak cepat menyelesaikan permasalahan pembayaran internasional bagi para kreator melalui perluasan QRIS di luar negeri. Kami turut memanfaatkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan blockchain untuk melindungi hak cipta karya lokal sekaligus mempermudah produk kreatif Indonesia menembus pasar global,” ujar Wamen Ekraf.
Trescon Global merupakan perusahaan penyelenggara forum bisnis asal Dubai. Melalui partisipasi dalam Finance 2045, Kementerian Ekraf berharap kolaborasi dengan investor global, lembaga keuangan, dan mitra strategis semakin kuat sehingga mampu membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor ini sebagai mesin ekonomi baru nasional.
