Tanam Padi Serempak, Upaya Petani Sleman Jaga Ketahanan Pangan

Tanam Padi Serempak, Upaya Petani Sleman Jaga Ketahanan Pangan

Demi menjaga ketersediaan pangan khususnya beras selama pandemi Covid-19, Kementan terus mengupayakan berbagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan. Salah satunya dengan percepatan gerakan tanam padi.

Gerakan tanam (Gertam) padi yang dilaksanakan di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, merupakan respons dari arahan Presiden Jokowi, agar mengantisipasi tidak terjadi krisis pangan.

Nursyamsi mengatakan, pangan adalah masalah yang utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa, di mana petani harus tetap semangat tanam, olah, dan panen.

“Hal ini membuktikan pertanian tidak berhenti di tengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” papar Dedi.

Menurut penyuluh yang mendampingi dan mengawal petani dari UPTD BP4 Wilayah II Godean, Gerakan tanam (gertam) padi bertujuan untuk mendesiminasikan inovasi teknologi jajar legowo super serta meningkatkan motivasi petani untuk menerapkan inovasi baru agar produktivitas padi meningkat dan kesejahteraan petani juga meningkat.

Selain itu gertam ini juga sebagai salah satu upaya untuk pengendalian tikus. Dalam rangka pola tanam serempak untuk pengendalian tikus sawah, para petani didampingi langsung dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan DIY dengan penerapan teknologi: tanam serempak 50 hektare, gropyokan tikus saat fase olah tanah, emposan lubang aktif tikus, TBS (Trap barrier System)/LTBS (Linier Barrier System) dan sanitasi lingkungan.

Sebelum gertam berlangsung, telah dilaksanakan gropyokan tikus pada saat fase olah tanah dengan harapan mampu meningkatkan produksi padi semaksimal mungkin.

Langkah terakhir sebelum gerakan tanam adalah sanitasi lingkungan yaitu membersihkan gulma atau semak-semak di habitat utama tikus yaitu tanggul irigasi, perbatasan dengan kampung, pematang, parit, dan saluran irigasi.

Gertam serempak seluas 50 Ha di desa Sidoluhur kecamatan Godean ini melibatkaan beberapa kelompok tani antara lain: KT Ngudi Makmur II, KT Kragilan, KT Marsudi Luhur, dan KT Ngudi Makmur II.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono, dengan kegiatan gerakan tanam padi 50 Ha ini, bertujuan untuk lebih memantapkan petani untuk tetap menyediakan pangan bagi warga masyarahat yang saat ini terdampak Covid-19.

“Seandainya sampai terjadi kritis ekonomi diharapkan tidak sampai terjadi krisis pangan sehingga masyarakat lebih cepat bangkit dari keterpurukan,” papar Heru.

Adanya gertam serempak ini selain untuk pengendalian hama tikus sawah juga bisa meningkatkan produksi padi 7%, sehingga bisa menghasilkan beras Sleman dengan hasil yang bagus tidak kalah dengan beras lainnya. Dan beras Sleman juga bisa diterima oleh masyarakat yang lebih luas untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sleman di tengah situasi Covid-19 saat ini.

Sumber : https://mediaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *