Pemkot Jogja meresmikan Warung “Mrantasi” di Pasar Beringharjo, Selasa (23/7). Mrantasi merupakan akronim dari Masyarakat Lan Pedagang Tanggap Inflasi. Program tersebut sebagai upaya untuk menekan inflasi berbagai komoditas bahan pokok.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Jogja Kadri Renggono mengatakan, program Warung Mrantasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan laju inflasi dengan menggandeng pedagang. Sebab, pedagang dinilai memiliki peran strategis karena memiliki jaringan dengan distributor dan konsumen.
Pengendalian inflasi merupakan salah satu permasalahan yang harus diatasi karena dapat menggerus daya beli masyarakat. Sehingga perlu upaya kolaborasi dengan berbagai sektor.
Oleh karena itu, dalam Warung Mrantasi pihaknya menggandeng 25 pedagang bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, gula, hingga bumbu dapur.
“Inflasi merupakan penggerus daya beli masyarakat, sehingga diperlukan upaya kolektif dan terstruktur dari berbagai pihak termasuk pedagang,” ujar Kadri.
Menurutnya, selama tiga tahun terakhir kondisi inflasi di Kota Jogja juga masih tergolong tinggi. Bahkan angkanya melampaui rata-rata nasional. Contohnya pada 2021 menyentuh 2,29 persen, lebih tinggi dari angka nasional 1,68 persen.
Kemudian 2022 angka inflasi di nasional sebesar 5,51 persen, namun di Kota Jogja mencapai 6,49 persen. Lalu 2023 angka inflasi di Kota Jogja mencapai 3,47 persen, angka itu jauh dari rata-rata nasional sebesar 2,61 persen.“Komoditas bahan pokok seperti beras, cabai merah, bawang putih, dan gula cukup berkontribusi besar terhadap inflasi di Kota Jogja,” terang Kadri.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani, dalam Warung Mrantasi ada komitmen yang ditekankan bersama pedagang. Meliputi tidak menjual komoditas di atas harga eceran tertinggi (HET), kemudian komoditas bersubsidi dijual langsung kepada konsumen, serta tidak mengoplos dan menimbun komoditas.
Ambar memastikan, pihaknya juga akan menggandeng lebih banyak pedagang agar mau bergabung dengan program Warung Mrantasi. Sebab ada beberapa keuntungan seperti prioritas pasokan dari Bulog, kemudahan permodalan dari bank daerah, hingga diprioritaskan dalam program stabilisasi harga.“Terutama di pasar pantau seperti Pasar Demangan, Pasar Kranggan, dan Pasar Prawirotaman,” beber Ambar.
