Pemerintah Tambah Rp56,5 T Pulihkan Ekonomi Akibat Corona

Pemerintah Tambah Rp56,5 T Pulihkan Ekonomi Akibat Corona

Pemerintah berencana menambah belanja non-operasional sebesar Rp56,6 triliun untuk pemulihan ekonomi pada 2021 nanti akibat pandemi virus corona. Anggaran itu sebesar 55 persen dari belanja nonoperasional dalam APBN 2021.

“Jadi, pertama untuk pemulihan ekonomi sendiri itu ada kenaikan di belanja non-operasional sebesar 55 persen atau Rp56,5 triliun,” ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam video conference, Selasa (12/5).

Ia menjabarkan dana itu akan digunakan di sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial sebesar Rp15,8 triliun. Kemudian, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp14 triliun di sektor keamanan dan ketertiban.

Selanjutnya, pemerintah menganggarkan Rp9,2 triliun untuk pengelolaan negara, lingkungan hidup sebesar Rp1,9 triliun, dan lainnya sebesar Rp5,9 triliun.

Suharso bilang pemerintah akan mengembangkan sejumlah sektor unggulan guna memulihkan ekonomi domestik.

“Pengembangan industri pariwisata, memperkuat ketahanan pangan, dan akses pasar serta usaha kecil menengah (UKM),” terang Suharso.

Selain itu, belanja non-operasional juga akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang proyeknya berada di bawah arahan Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR.

Kemudian, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bawah tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Ketenagakerjaan.

“Jadi, ada kenaikan anggaran juga di beberapa kementerian/lembaga yang terkait langsung dengan pemulihan ekonomi,” tutur Suharso.

Namun, kementerian/lembaga yang tak terkait dengan program pemulihan ekonomi akan dipangkas anggarannya. Hal ini dilakukan karena pemerintah fokus pada pemulihan ekonomi terlebih dahulu.

“Hampir seluruh kementerian/lembaga mungkin akan turun anggarannya, bahkan beberapa pagu anggaran tidak naik signifikan,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *