Pemerintah: Taat Protokol Kesehatan Harus Jadi Budaya

Pemerintah: Taat Protokol Kesehatan Harus Jadi Budaya

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, berharap sikap taat terhadap protokol kesehatan menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Protokol kesehatan yang ia maksud seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak ketika keluar rumah.

“Menaati dengan disiplin protokol kesehatan adalah bentuk konkret mencegah tertular Covid-19. Harapan kami ini bisa membudaya,” kata Yuri dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Yuri menegaskan, kesadaran untuk menaati protokol kesehatan harus dilakukan baik di wilayah zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

“Mematuhi protokol kesehatan tidak harus menunggu wilayah kita menjadi zona kuning, oranye, atau merah. Sejak sekarang, dimana pun kita berada dan zonasi kita, patuhi protokol kesehatan agar tidak tertular Covid-19,” ucapnya.

Ia pun mengatakan, keluarga merupakan lembaga yang paling penting untuk menyosialisasikan kebiasaan-kebiasaan menjaga kesehatan ini.

Yuri menyebutkan, ibu dan ayah harus menjadi teladan bagi anggota keluarga lainnya dalam memutus mata rantai penularan virus corona.

“Agent of change yang bisa melakukan perubahan fundamental adalah keluarga. Peran keluarga, peran kepala keluarga, ibu dan bapak sangat penting dalam mengedukasi dan memberikan keteladan bagi anak-anak agar tidak tertular,” ujar Yuri.

Hingga Kamis (4/6/2020), pemerintah mengonfirmasi penambahan pasien positif Covid-19, yakni sebanyak 585 orang. Maka, kini total jumlah pasien Covid-19 mencapai 28.818 orang.

Kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 23, sehingga total pasien Covid-19 meninggal dunia yaitu 1.721 orang.

Sementara itu, dilaporkan penambahan pasien sembuh sebanyak 486 orang. Dengan demikian, total pasien sembuh kini berjumlah 8.892 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *