Pemerintah Sigap Lawan Covid-19

Pemerintah Sigap Lawan Covid-19

VIRUS korona baru (covid-19) yang tengah mewabah di belahan dunia masuk ke Indonesia diperkirakan pada 2 Maret 2020 lalu. Merespons hal itu, pemerintah Indonesia lantas melakukan berbagai upaya serius untuk menangani dan mencegah penyebaran covid-19 semakin meluas.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan fasilitas dan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk atas merebaknya covid-19. Saat ini, Kementerian Kesehatan telah menunjuk 132 rumah sakit rujukan dengan kapasitas 40.829 tempat tidur untuk fokus menangani pasien covid-19.

Selain itu, dari tenaga kesehatan, terdapat 40.320 dokter spesialis untuk menangani pasien covid-19 yang tersebar di 2.877 rumah sakit, baik RS milik pemerintah maupun swasta,” kata Terawan dalam rapat kerja bersama Komisi IX, belum lama ini. Adapun dari segi kesiapan alat kesehatan, Menkes menyebut Indonesia memiliki sebanyak 8.423 ventilator yang terdapat di 2.687 RS di Indonesia.

Selain kesiapan dari segi fasilitas dan tenaga kesehatan, pemerintah juga terus mencari pengobatan yang paling tepat bagi pasien korona. Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyatakan telah menyiapkan 3 juta obat klorokuin untuk mengatasi covid-19.

Terawan menyebut obat yang bernama tamifl u juga akan disiapkan untuk pengobatan covid-19. Berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, tamifl u dapat digunakan untuk pengobatan covid-19. Saat ini, sebanyak 450 ribu tamifl u telah didistribusikan ke dinas kesehatan sejumlah provinsi di Tanah Air. Selanjutnya, tamiflu akan diproduksi secara massal di Indonesia.

“Kita sudah mendapat bahan baku tamifl u pada Rabu (1/4) sehingga nanti dalam 1-2 minggu ke depan kita bisa produksi 1 juta tablet,” ujar Terawan. Pemerintah Indonesia juga akan memperbanyak fasilitas uji pemeriksaan covid-19 sebagai salah satu cara untuk menemukan dan mengungkap penyebaran covid-19 sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara maksimal.

Menurut data, hingga saat ini sudah ada 48 laboratorium yang beroperasi dengan kapasitas masing-masing dan telah memeriksa sebanyak 7.924 spesimen covid-19 dari 32 provinsi, termasuk di dalamnya 120 kabupaten/kota. Selain itu, pemerintah juga terus menambah fasilitas penguji dengan mengaktifkan beberapa alat diagnostik yang digunakan untuk pemeriksaan TBC. Ada sekitar 132 alat TCM yang tersebar di berbagai daerah, beberapa di antaranya masih membutuhkan konversi dari mesinnya.

Lindungi tenaga medis
Di sisi lain, juru bicara nasional untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto menyebut keamanan tenaga kesehatan dalam bertugas juga terus diutamakan. Hingga saat ini pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 300 ribu alat pelindung diri (APD) ke seluruh wilayah untuk digunakan para tenaga kesehatan yang menangani kasus covid-19. “APD menjadi bagian yang penting karena kita tahu hanya dengan APD yang baik, yang terstandar, tenaga kesehatan bisa menangani dengan aman,.

Dari pendistribusian APD tersebut, DKI Jakarta sebagai provinsi yang menerima bantuan tambahan alat pelindung diri terbanyak dari pemerintah pusat, yaitu 85 ribu APD. Dirincikan sebanyak 55.000 unit tambahan APD didistribusikan ke Jawa Barat, 25.000 unit APD ke Jawa Timur, 20.000 unit ke Jawa Tengah, 12.500 unit ke Bali, 10.000 ke DI Yogyakarta, 10.000 ke Banten, dan lebih dari 5.000 ke daerah di luar Jawa dan Bali.

Di samping itu, pemerintah kembali mengingatkan bahwa banyaknya fasilitas kesehatan dari rumah sakit, tenaga medis, hingga APD dan perlengkapan yang tersedia untuk penanganan covid- 19 akan sia-sia apabila masyarakat tidak ikut berpartisipasi mencegah penularan virus, seperti melalui social distancing (pembatasan sosial) dan physical distancing (jaga jarak saat berinteraksi). “Kuncinya bukan seberapa banyak rumah, laboratorium, dan peralatan yang disiapkan, tetapi seberapa banyak peran kita semua mencegah jangan sampai terjadi penularan dari virus yang belum ditemukan obat ataupun vaksinnya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *