Pembangunan Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat, Jhony Lengkong: Papua Bagian Dari NKRI

Pembangunan Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat, Jhony Lengkong: Papua Bagian Dari NKRI

Suarayogyakarta.com – Rumah Nusantara Sulawesi Utara (Sulut) mengadakan kegiatan webinar dengan tema Prioritas Pembangunan Infrastruktur di Papua, Perspektif Hukum dan Politik, Senin (15/6/2020).

Saat diwawancarai, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Dr Jhony Lengkong SIP MSi mengatakan sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sudah menjadi hak setiap daerah menikmati dan merasakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah termasuk Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Diharapkan dengan adanya pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun Papua berarti membangun Indonesia,” kata Jhony Lengkong.

Kepada mahasiswa asal Papua, Jhony Lengkong berharap dapat mengejar ilmu setinggi-tinggi mungkin agar digunakan dalam membangun daerah juga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk masyarakat Papua saat ingin membangun daerah bukan hanya di dalam saja melainkan harus mampu membangun di luar daerah, agar dapat menunjukan kepada semua kalau orang Papua juga punya kemampuan untuk membangun,” ujar Lengkong yang juga merupakan Pengamat Politik.

Mengenai referendum, Lengkong menyebutkan hal tersebut dirasa sudah final dan sebagai Negara demokrasi harus bisa menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

“Waktu Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) suara terbanyak memilih bergabung dengan NKRI, walaupun tidak semua. Referendum hanya dilaksanakan satu kali dan tidak bisa ulang, ini juga sudah menjadi fakta sejarah serta fakta hukum internasional sebab saat Pepera dilaksanakan disaksikan langsung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” jelasnya.

Lebih lanjut, Jhony juga menuturkanpembangunan di dunia pendidikan Provinsi Papua dan Papua Barat bukan lagi disebut evolusi tetapi sudah revolusi.

“Sekarang di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah banyak sekolah serta perguruan tinggi yang didirikan. Pelajar maupun mahasiswa asal sana juga banyak yang mengenyam pendidikan di luar negeri, prestasi mereka pun telah diakui hingga tingkat internasional,” tuturnya.

Di dalam TNI dan Polri, Lengkong melanjutkan putra-putri asal Provinsi Papua dan Papua Barat sudah banyak yang diberikan kepercayaan memegang jabatan-jabatan strategis, hal ini tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti Presiden Indonesia bisa berasal dari wilayah Papua.

“Papua sampai kapan pun akan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI,” ungkapnya.

Jhon Dumais: Pembangunan di Papua Sangat Luar Biasa

Di sisi lain, Aktivis LSM Jhon Dumais menyebutkan dengan kasat mata melihat pembangunan infrastuktur di Provinsi Papua dan Papua Barat sangat luar biasa.

“Jika dilihat dari prespektif hukum, undang-undang otonomi khusus itu sangat luar biasa artinya memberikan kesempatan untuk putra-putri Papua bisa merancang dan mengatur hingga eksekusi di lapangan walaupun anggaran dari pemerintah pusat,” kata Jhon Dumais .

Dari prespektif politik, Jhon Dumais mengatakan semua sudah final di pepera dan Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.

“Untuk generasi Papua yang sedang menempuh pendidikan di mana saja, diharapkan bisa fokus untuk mengejar ilmu dan meningkatkan kapasitas,” ucapnya.

Langka-langka yang perlu diambil untuk Papua, Dumais menegaskan agar dilakukan penegakan supremasi hukum di Papua seperti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) maupun Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).

“Sosialisasi kembali mengenai otonomi khusus juga dirasa perlu dilakukan untuk masyarakat Papua, agar semua bisa tau apa itu otonomi khusus,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, webinar tersebut disiarkan secara langsung melalui Facebook dan disebarkan di media sosial.

Saat diwawancarai, Koordinator Rumah Nusantara Sulut Risat Sanger mengatakan kegiatan webinar ini mempunyai maksud dan tujuan untuk membantu memberikan pengertian dan membedah isu terkait wilayah Papua dari prespektif sosial-politik dan hukum kepada para peserta webinar.

“Sasaran kegiatan ini adalah para mahasiswa dan masyarakat, khususnya Mahasiswa Papua yang berada di wilayah Provinsi Sulut,” kata Risat Sanger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *