Masyarakat diingatkan tak mudah terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang berupaya mengganti ideologi negara. Untuk itu Pancasila harus diperkuat dan dibumikan sehingga bisa masuk ke generasi muda.
“Dicapai musyawarah mufakat bahwa Pancasila sudah final,” kata Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Anwar Sanusi dalam keterangannya.
Anwar mengatakan, sila-sila dalam Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan berbangsa. Para generasi muda juga harus dipahamkan agar mereka tidak mudah terpengaruh.
“Jadi ini harus dibangun dulu jiwanya bahwa calon pemimpin dan sebagai calon pemimpin memiliki tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” tuturnya.
Terkait penyebaran virus radikal terorisme, Anwar menyarankan agar pemerintah menggandeng ormas keagamaan. Menurutnya, ormas dapat mensosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya radikalisme dan terorisme. Anwar menuturkan bahwa hal ini sejalan dengan upaya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam melakukan pencegahan radikalisme negatif.
“Nah inilah tugas dari para pemuka agama untuk mensosialisasikan kepada jemaahnya masing-masing,” imbuhnya.
Anwar mengapresiasi pembentukan gugus tugas pemuka agama. Menurut Anwar, dengan adanya gugus tugas ini para pemuka agama dapat memberikan penjelasan dan juga tanya jawab terkait yang namanya radikalisme dan terorisme kepada masyarakat.
“Tidak ada satupun ajaran agama yang mengajarkan radikalisme, terorisme apalagi separatisme. Hal inilah yang penting untuk terus disosialisasikan,” tandasnya.
