Omnibus Law Diyakini Mampu Mengerek Investasi Minerba

Omnibus Law Diyakini Mampu Mengerek Investasi Minerba

Suarayogyakarta.com – Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) berharap omnibus law dapat menggerakkan sektor energi dan mineral batu bara, target investasi lima tahun ke depan diyakini dapat tercapai dengan RUU ini. 

“Omnibus law atau RUU cipta kerja maupun perpajakan akan percepat dan perluas investasi. Investasi ESDM kita dorong terus. Dalam lima tahun ke depan, rencana investasi ESDM minimal dapat dicapai sebesar US$198 miliar atau Rp2.768 triliun,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM sekaligus Plt Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial dalam keterangan siaran pers, Minggu (23/2).

Dari rencana lima tahun tersebut, porsi investasi migas yang adalah yang terbesar yaitu US$117 miliar, disusul investasi ketenagalistrikan sekitar US$39 miliar, mineral dan batubara sebesar US$22 miliar, dan energi terbarukan sekitar US$20 miliar.

Investasi ini juga akan membuka lapangan kerja baru dan memicu penurunan angka kemiskinan yang sejak 2018 menembus di bawah 10%, sekaligus menjadi kunci suksesnya pembangunan, baik sumber daya manusia maupun infrastruktur.

“Upaya meningkatkan produksi migas terus dilakukan dengan teknologi baru, penyempurnaan regulasi, percepatan berbagai proses perizinan dan administrasi serta keterbukaan data migas. Lapangan migas yang sedang dikembangkan akan dipercepat,” ungkap Ego.

Lebih lanjut, dia mengatakan, penggunaan teknologi migas tingkat lanjut atau Enhanced Oil Recovery (EOR) lainnya bakal terus didorong. Saat ini kementerian masih mengkaji kelayakan ekonomi dan teknisnya sebagai salah satu cara mendorong peningkatan produksi dalam jangka menengah.

“Paling konkrit, kita pasti akan lelang blok migas tahap I pada 2020 ini. Sekarang masih kita persiapkan dulu. Mohon ditunggu, akan kita buka dalam waktu dekat, sebentar lagi,” kata Ego.

Sebagai tambahan informasi, Kementerian ESDM menargetkan total investasi sektor ESDM terus tumbuh yang diperoleh secara bertahap dimulai dari 2020 sebesar US$15 miliar dan US$20 miliar pada 2021. Kemudian berturut-turut nilainya akan naik pada 2022 (USD$5 miliar), 2023 (US$29 miliar), dan 2024 (US$28 miliar).

Porsi investasi di sektor migas dalam lima tahun terakhir rata-rata sebesar 42,57% dari total investasi sektor ESDM. Tahun lalu total investasi sektor ESDM mencapai US$31,9 miliar, atau 96% dari target yang ditetapkan US$33,4 miliar.

Rincian realisasi investasi tersebut US$12,5 miliar di subsektor migas dan US$12 miliar untuk ketenagalistrikan. Realisasi investasi minerba dan energi baru terbarukan masing-masing mencapai US$5,9 miliar dan US$1,5 miliar. Sementara tahun ini, pemerintah menargetkan sebesar US$35,9 miliar.

Dari total investasi selama lima tahun tersebut, porsi investasi produksi rata-rata per tahun mencapai 72,49%. Sementara, investasi eksplorasi rata-rata per tahun hanya 6,15%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *