Menkes: Apa pun Merek Vaksin Asalkan Lulus BPOM, Pakai Saja

Menkes: Apa pun Merek Vaksin Asalkan Lulus BPOM, Pakai Saja

Indonesia memang memesan sejumlah merek vaksin untuk menjalankan program vaksinasi COVID-19 nasional. Warga tidak perlu khawatir dengan merek vaksin. Selama BPOM mengeluarkan EUA, vaksin aman dipakai.

“Pesan dari saya itu juga pesan dari WHO selama dia sudah lulus BPOM apa pun mereknya pakai saja, semakin cepat semakin baik,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam acara vaksinasi drive thru di Bali, Minggu (28/2).

Hingga saat ini Budi menyebut Indonesia telah berhasil mengamankan stok kebutuhan vaksin dari empat produsen vaksin terkemuka dunia. Selain Sinovac dari China, Indonesia juga berhasil mengamankan jatah vaksin dari AstraZeneca, Pfizer, serta NovaVac.

“Kenapa kita pilih empat pertama karena memang masalah supply-nya, vaksin ini seluruh dunia rebutan. Teman-teman tahu banyak negara ASEAN belum dapat, Australia mungkin baru mulai vaksinnya, Jepang saja baru mulai, tetangga-tetangga kita banyak yang belum mulai jadi dia memang rebutan di seluruh dunia kita beruntung kita bisa dapat duluan,” ucap Budi.ADVERTISEMENT”Setiap hari kita wafat 300 orang karena COVID, sebulan itu 9.000 kalau kita tunda setahun itu 108.000 orang wafat.

Bayangkan kalau negara-negara tetangga kita terlambat memvaksinasi berapa ratus ribu manusia yang harusnya teman-teman kita bisa lindungi. Karena itu secepatnya,” sambungnya.Pemerintah kini sudah membuka peluang bagi perusahaan swasta untuk melakukan vaksinasi secara mandiri kepada karyawannya. Dengan catatan, karyawan tidak dipungut biaya dan merek vaksin yang dipakai berbeda dengan yang dipesan pemerintah.

“Jadi tetap yang namanya vaksin gotong royong itu sumbernya adalah perusahaan mereka mencarikan vaksinnya harus gratis untuk seluruh karyawan karyawati dan keluarga,” kata Budi. “Dan yang kedua sengaja dibuat mereknya tidak boleh sama supaya tidak terjadi saingan rebutan supply-nya. Jadi dipastikan ini adalah suplai tambahan dari sumber-sumber produsen vaksin di seluruh dunia di luar yang 4 yang sudah pemerintah sudah dapatkan,” lanjut Budi.

Jika kolaborasi terkait vaksinasi itu dapat dilakukan hingga sektor swasta, Budi percaya tujuan Indonesia untuk dapat segera pulih dari situasi pandemi dapat segera dicapai.”Saya percaya semua teman teman swasta (memandang) vaksin itu bukan for business ini adalah social activities dan teman teman swasta itu sangat paham. Karena itu saya ingin melakukan bersama-sama karena kalau kita bisa sukses yang dapat manfaat kita semua juga,” kata Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *