August 12, 2020

Membongkar Kedok Perselingkuhan PKS-HTI dengan Radikalis Teror di Balik Penolakan RUU BPIP

Suarayogyakarta – Kegaduhan politik di seputar RUU HIP tak juga berhenti, kendati berbagai aspirasi yang ada sudah diakomodasi. Aksi parlemen jalanan kelompok politik-oportunis juga tak segera surut walau pembahasan RUU tersebut sudah ditangguhkan. Apa sesungguhnya yang dimaui kelompok kontra konstitusi ini sampai “apapun yang dilakukan pemerintah selalu dianggap salah?”

Pada edisi ini, akan dicoba bongkar sosok Parpol dan Ormas yang setidaknya paling getol suarakan penolakan RUU BPIP saat ini. PKS dan HTI.

Korelasi PKS dengan Teroris ISIS, HTI, IM, dan Pemberontak NII di Indonesia!

Geliat politik di Indonesia saat ini sedang berada pada taraf panas – panasnya, dimana saat ini terjadi saling serang dan saling membela diri antar partai politik (parpol) akibat bola panas RUU Pembinaan Haluan Ideologi Pancasila (PHIP/HIP).

Diantara partai – partai tersebut adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang cukup menarik perhatian karena upayanya menarik diri dari atau menolak RUU PHIP. PKS mencoba bermanuver kembali untuk mendapat perhatian dan simpati masyarakat dengan langkah lantangnya membela pancasila dan menolak RUU PHIP.

Namun, siapakah jati diri PKS yang sebenarnya ?

Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan–cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera–memastikan awal pendirian partai itu pada Juli 1998 dibantu oleh banyak tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Timur Tengah.

Tokoh-tokoh di awal pendirian PKS, kata Yusuf, merupakan aktivis Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Gerakan ini sendiri awalnya digagas sejumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Madinah, Arab Saudi, termasuk Yusuf sendiri dan KH Hilmi Aminuddin.

Latar belakang Hilmi sebagai anak Panglima Militer Darul Islam, Danu Muhammad Hasan, menurut Yusuf, juga sudah diketahui banyak pendiri PK lainnya ketika itu. Hilmi mengenal Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi dan mendirikan gerakan ini di Indonesia sepulangnya dia ke Tanah Air. Yusuf juga mengaku bagian dari gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hilmi itu.

Karena itulah, di awal masa perkembangannya, PKS banyak dibantu gerakan persaudaraan muslim itu.

Jadi gak heran jika orang-orang PKS di Indonesia “didoktrin” membela Presiden Moursi (Mesir) karena Moursi dan PKS sama-sama dari kelompok Ikhwanul Muslimin (IM).

Hubungan PKS dengan HTI.

PKS adalah bagian dari kelompok Ikhwanul Muslimin (IM). Pendiri Hizbut Tahrir, Taqiyuddin An Nabhani juga bagian dari kelompok institusi rahasia di dalam Ikhwanul Muslimin (IM).

Jadi tidak heran jika Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dan Juru Bicara HTI Ismail Yusanto bareng dan kompak ganti Presiden seperti dalam videonya di https://youtu.be/KrOhDJHG56I

Tak hanya itu saja, PKS juga berkorelasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) atau dikenal juga sebagai Darul Islam (DI)

Negara Islam Indonesia (NII) juga dikenal dengan nama Darul Islam (DI) dan pasukan mereka disebut Tentara Islam Indonesia (TII) sehingga kita sering mendengar istilah DI/TII.

Karena namanya berbau agama, mungkin orang awam akan mengatakan DI/TII itu gerakan membela Islam !!!

Tapi faktanya, pemberontak DI/TII melakukan pembakaran sekolah agama (madrasah) dan mesjid yang tidak sepaham dengan mereka di Jawa barat dan Sulawesi Selatan.

Dan fakta yang tak terbantahkan, PKS sudah mengakui bahwa ayah Hilmi Aminuddin (mantan) Ketua Majelis Syuro PKS adalah panglima pemberontak DI/TII seperti yang dimuat dalam situs :

http://www.tribunnews.com/nasional/2011/05/05/ayah-hilmi-aminuddin-panglima-perang-ditii

Jadi PKS itu selain bagian dari kelompok teroris Ikhwanul Muslimin (IM), ayah Hilmi Aminuddin adalah panglima pmberontak DI/TII yang membantai rakyat tak berdosa dan ingin membunuh Ulama NU !!!

Dan sekarang FPI, PKS, HTI kompak pura – pura membela Pancasila dan mau memakzulkan Jokowi. Dapat dipastikan bahwa dibalik gerakan membela Pancasila tersebut terdapat niat busuk untuk membentuk atau membawa Indonesia menjadi negara islam, atau Khilafah. Hal ini patut dan harus kita waspadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *