Kulonprogo Perluas Penanaman Padi Penangkal Stunting

Kulonprogo Perluas Penanaman Padi Penangkal Stunting

Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, terus menggenjot produktivitas beras yang dihasilkan dari padi Inpari IR Nutri Zinc. Varietas ini diyakini bisa menangkal stunting karena memiliki kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan beras pada umumnya.

Kepala Distanpangan Kulonprogo, Aris Nugraha mengatakan padi yang dikembangkan oleh Badan Penelitian Padi Sukamandi ini memiliki kandungan zinc atau mineral yang berperan penting dalam pertumbuhan serta mampu membantu menjaga kesehatan, sebesar 34 ppm. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding varietas lain yang hanya 26 ppm.

Jika beras ini dikonsumsi ibu hamil dan ibu menyusui, maka bisa menambah gizi serta mencegah stunting. Beras ini, kata Aris, mampu menjaga kekebalan tubuh, mencegah infeksi intra uterus, membantu produksi plasenta serta membantu pembentukan otak dan fungsi DNA.

“Dengan kelebihan itu kami terus menggenjot produktivitas pari varietas ini agar bisa ditanam di seluruh Kulonprogo sebagai upaya mencegah stunting,” kata Aris, Minggu (9/8/2020).

Dikatakan Aris, Implementasi padi Nutri Zinc telah dimulai dengan demplot seluas satu hektare di wilayah Kalibawang, dan berhasil dipanen pada Desember 2019 lalu. Panen itu menghasilkan 7-8 ton gabah kering giling per hektare. Keberhasilan panen itu kemudian ditindaklanjuti Distanpangan dengan mengembangkan penanaman varietas ini di 12 kapanewon se-Kulonprogo. Adapun masing-masing luasannya yakni satu hektare.

Selain itu juga dilakukan peningkatan produktivitas beras Nutri Zinc melalui pengembangan lahas seluas 260 hektare. Lahan ini tersebar di seluruh kapanewon se-Kulonprogo. “Umur tanaman padi Nutri Zinc saat ini sudah 115 hari, bentuk tanaman tegak dengan tinggi sekitar 95 meter serta tahan terhadap hama Wereng Batang Cokelat (WBC) biotipe 1,” ujarnya.

Aris mengatakan Distanpangan telah mewajibkan tanam padi Nutri Zinc di setiap kapanewon se-Kulonprogo. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab dalam menurunkan angka stunting di Kulonrprogo yang ditargetkan zero stunting pada 2030 mendatang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Disperpangan Kulonprogo Tri Hidayatun mengatakan, hasil panen padi varietas Inpari IR nutri Zinc akan diberikan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) setempat untuk dikembangkan.

Selain itu hasil panen akan dikerjasamakan dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kulonprogo untuk didistribusikan ke kepala keluarga (KK), khususnya pada ibu hamil atau balita yang rentan tumbuh kerdil. Diharapkan padi ini dapat menyuplai beras dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sumber : https://jogjapolitan.harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *