BLT Dana Desa di Bantul Cair Kamis & Jumat Besok

BLT Dana Desa di Bantul Cair Kamis & Jumat Besok

Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Bantul segera cair. Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKPMD) Bantul memastikan pencairan BLT Dana Desa DD tahap IV, V dan VI di wilayahnya akan digelar selama dua hari, Kamis (13/8/2020) dan Jumat (14/8/2020) besok.

BLT DD senilai Rp300.000 per bulannya ini dicairkan selama dua hari dengan tujuan agar lebih mudah pendistribusian bantuan.

Kepala DPPKPMD Sri Nuryanti mengatakan Rp10.850.400.000 akan dicairkan untuk tiga bulan BLT DD. Jumlah tersebut akan diberikan kepada 12.056 keluarga penerima manfaat (KPM) dari 75 desa berbeda di wilayahnya.

“Memang kemarin sempat ada rencana dicairkan awal Agustus. Tetapi dalam perkembangannya baru bisa dicairkan Kamis dan Jumat besok,” katanya, Senin (10/8/2020).

Menurut Sri, penerima BLT DD tahap keempat, kelima, dan keenam kali ini adalah KPM baru. 12.056 KPM baru tersebut adalah warga yang belum pernah menerima bantuan baik dari pemerintah pusat, provinsi dan BLT DD tahap I, II, dan III. Hal ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Selain itu, ketentuan tersebut juga diatur melalui SE 910/02635 tentang BLT DD tahap 4,5 dan 6 yang ditandatangani Sekda Bantul dan tertanggal 7 Juli 2020.

Selain itu, ada Perbup Bantul No.71/2020 tentang Perubahan ketiga atas Perbup No. 10/2020 tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa di Bantul Tahun Anggaran 2020.

Sementara, berdasarkan jadwal yang ada di DPPKPMD, pencairan BLT DD untuk Kamis (13/8/2020) akan diberikan kepada 37 desa di Bantul. “Sisanya akan dibagikan pada Jumat (14/8/2020),” ujar Sri.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Bantul Ani Widayani mengaku tidak mempermasalahkan terkait dengan mundurnya pencairan BLT DD Tahap VI, V dan VI. Begitu juga dengan berkurangnya jumlah penerima dari 12.061 KPM menjadi 12.051 KPM.

“Kami juga menyadari hal tersebut,” katanya.

Ani justru menyoroti mengenai sosialisasi jumlah dan nama penerima BLT DD. Sebab, banyak hasil musyawarah desa khusus (musdesus) yang menetapkan nama penerima BLT DD tidak disampaikan dengan baik ke masyarakat. Alhasil, hal ini membuat masyarakat menjadi resah dan menimbulkan kecemburuan.

“Kami harap ada sosialisasi ke warga, terkait yang menerima. Tujuannya biar adem di tingkat masyarakat,” ucap Ani.

Sumber : https://jogjapolitan.harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *