Kadin Soroti Banyaknya Aturan Hambat Investasi

Kadin Soroti Banyaknya Aturan Hambat Investasi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti banyaknya aturan yang menghambat investasi di Indonesia sehingga perlu ditata ulang melalui RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

“Kita ini obesitas peraturan, karena aturan dari pusat kurang lebih yang berhubungan dengan investasi itu 8.800, Peraturan Menteri 14.800 lebih, peraturan daerah hampir 16 ribu. Begitu banyak peraturan sampai kita bilangnya obesitas regulasi,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2020.

Karena banyaknya regulasi tersebut, maka perlu ada strategi untuk menyederhanakan dan menyelaraskan kebijakan-kebijakan tersebut agar tak membuatnya tumpang tindih. Tumpang tindih kebijakan itulah yang kerap jadi hambatan dan memperburuk iklim investasi.

“Kemarin saya juga bicara dengan mantan penasehat investasi dari USAID, mereka menyampaikan mereka sangat menunggu Omnibus Law ini,” katanya.

Rosan pun mengingatkan, saat ini Indonesia berkompetisi dengan negara-negara tetangga untuk bisa menjaring relokasi investasi berbagai negara dari Tiongkok. Sejumlah negara seperti AS, Eropa dan Jepang yang akan keluar dari Tiongkok itu tentu harus bisa digaet masuk ke Indonesia.

“Tapi kita ini competing dengan negara lain yang terus melakukan reformasi peraturan dan produktivitasnya sehingga ini juga harus kita lakukan,” ujarnya.

Rosan menambahkan Omnibus Law kemudian memiliki peranan penting untuk menarik investasi dalam dan luar negeri sehingga penciptaan lapangan pekerjaan jadi meningkat.

“Ini PR (pekerjaan rumah) kita, apalagi di tengah Covid-19 kita ketahui banyak yang di PHK meningkat, yang dirumahkan bertambah, angka kemiskinan meningkat sehingga menciptakan lapangan pekerjaan jadi hal utama ke depan,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *