Categories Uncategorized

Disnakertrans Bantul kurangi pengangguran dan kemiskinan melalui padat karya

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di daerah ini melalui program padat karya infrastruktur yang menyasar 355 lokasi pada tahun 2023.

“Arah dan tujuan dari padat karya itu, yang pertama mengurangi pengangguran, setengah menganggur dan mengentaskan kemiskinan,” kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Agung Kurniawan saat sosialisasi padat karya di Bantul, Kamis.

Menurut dia, kegiatan pembangunan infrastruktur perdesaan diyakini bisa mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan, karena tenaga kerja melibatkan masyarakat setempat, dan mendapatkan upah dari pemerintah.

“Karena di sini ada UPK, upah perangsang pekerja. Ada tiga kategori, yang pertama untuk pekerja upah harian sebesar Rp70 ribu, untuk tukang Rp80 ribu, dan ketua kelompok Rp90 ribu. Pekerjaan fisik selama 20 hari,” katanya.

Dia menyebutkan setiap lokasi padat karya infrastruktur dikerjakan kelompok yang terdiri 26 orang dengan anggaran sebesar Rp100 juta, dan sebanyak 52 orang untuk tiap kelompok padat karya yang mendapat alokasi dana sebesar Rp200 juta.

Dia mengatakan tahapan kegiatan padat karya dimulai dengan identifikasi lapangan atau lokasi pekerjaan yang sudah selesai, kemudian sosialisasi kepada masyarakat, dan selanjutnya tahap pembentukan kelompok, kemudian proses pekerjaan.

“Jadi, setelah sosialisasi ini, pemilihan pekerja, dan sesuai petunjuk Bapak Bupati, terkait dengan pengentasan kemiskinan ekstrem, nanti diusahakan dari 26 pekerja itu sebisa mungkin minimal 10 orang sesuai DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial), atau pengangguran, setengah penganggur,” katanya.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul Rumiyati mengatakan anggaran kegiatan padat karya tahun 2023 yang bersumber dari APBD Bantul tersebut dilaksanakan di 153 lokasi, dengan masing-masing lokasi dianggarkan Rp100 juta.

“Kemudian, yang dari APBD DIY melalui BKK (Bantuan Keuangan Khusus) dibagi menjadi dua skema, yaitu Rp100 juta dan Rp200 juta tiap lokasi, untuk yang Rp100 juta ada 85 lokasi dan yang Rp200 juta ada 117 lokasi, jadi totalnya 355 lokasi untuk padat karya,” katanya.

Menurut dia, jenis pekerjaan padat karya pada tahun ini sebagian besar cor blok jalan, talud, drainase dan sarana lainnya yang dibutuhkan masyarakat dalam mendukung kegiatan perekonomian warga setempat.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *