BPIP: “Perisai Pancasila” Siap Ukur Pembinaan Ideologi Pancasila untuk ASN

BPIP: “Perisai Pancasila” Siap Ukur Pembinaan Ideologi Pancasila untuk ASN

Depok – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)  melakukan penyusunan draf alat ukur pembinaan ideologi Pancasila di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri. Dalam diskusi tersebut BPIP mengundang pakar alat ukur yang nantinya akan dibuat dalam pertanyaan berupa soal di aplikasi tersebut. Dimana diantaranya, Dr. Panutan Sakti Sulendra Kusuma S. H., S.E.,M.T.Ak.C.A. dan Prof. Dr Sudaryono, SUP turut hadir dalam pembahasan alat ukur pembinaan ideologi Pancasila.

Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Dr. Rima Agristina menjelaskan, tahapan yang akan dilakukan nantinya menggunakan aplikasi “PerisaiPancasila”. Dia menjelaskan, alat ukur yang sudah dibuat saat ini memiliki 7 alat ukur dan sudah selesai pada 2019 lalu. Sementara untuk aplikasi, Dr Rima mengatakan, pelaksanaan pengukuran pemahaman Pancasila di lingkup ASN nantinya akan menggunakan aplikasi “PerisaiPancasila”.

“Jadi bisa diakses pake gadget (gejed) kaya ngisi google form dan bisa juga menggunakan website. Dan sekarang ini kami memutakhirkan alat ukur tersebut supaya bisa lebih baik lagi dari apa yang sudah ada dan memahami alat ukur ini.”Jelasnya saat menghadiri diskusi terpumpun di Depok, Jawa Barat..

Dr. Rima menjelaskan, membangun alat ukur yang akan dilakukan di “PerisaiPancasila” bukan untuk mengetes pengetahuan ASN yang mengikutinya. Melainkan, dengan cara psikometri supaya bisa mencari tahu bagaimana penerapan pancasila di lingkungan ASN baik dalam lingkungan pekerjaan atau lingkungan rumah.

“Pertanyaan-pertanyaan itu dibuat bukan untuk mengetes pengetahuan ASN, tapi mencerminkan sikap dia sehari hari bagaimana di pekerjaan atau di lingkungan rumah”. Tuturnya.

Rima mengaku bahwa saat ini sudah ada 7 draf yang dibuat oleh timnya untuk mengetahui bagaimana keseharian masyarakat di lingkup Polri, TNI, Pendidikan, UMKM, Perempuan khusus, pekerja migran, media, dan pemuda.

“Nah 7 yang saya sebutkan itu yang nanti akan kita lakukan alat ukurnya kepada masyarakat yang akan terlibat akan dilakukan tes variabel. Dan bukan untuk mengetes kejujuran saja seperti tes pengetahuan melainkan kembali lagi dalam sikap keseharian yang diterapkan,”jelasnya.

Sementara itu, Dr. Panutan Sakti Sulendra Kusuma S. H., S.E.,M.T.Ak.C.A. Mengatakan, proyek yang dilakukan oleh BPIP saat ini sudah sangat bagus dan penting untuk dilakukan. Menurutnya menyepakati tolak ukur dalam instrumen pengukuran dalam deputi lain sangat berbeda dan sangat penting untuk dilaksanakan.

“Proyek ini sangat baik sekali, cuma tantangannya sangat krusial dan bagaimana menyepakati tolak ukurnya kemudian teori lokal foundation dilakukan dan dijabarkan dalam instrumen pengukuran. Dan semua dilakukan dalam setiap kedeputian.” Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *