Bersama Tangkal Virus Korona

Bersama Tangkal Virus Korona

DI tengah ekspansi virus corona jenis baru atau covid-19 yang kian mengkhawatirkan dunia, Indonesia mutlak melipatgandakan kewaspadaan. Tidak cuma pemerintah, peran masyarakat juga amat penting untuk menangkal virus yang bisa mematikan itu.

Berbagai langkah agar virus korona tak masuk ke Indonesia sudah dilakukan pemerintah. Mereka, misalnya, menghentikan penerbangan dari dan ke Tiongkok, tempat virus menular tersebut berawal. Pemerintah telah pula mengevakuasi WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok, kemudian mengarantina mereka di Natuna.

Pemerintah juga memulangkan 188 WNI kru kapal World Dream lalu mengobservasi mereka di Pulau Sebaru Kecil. Terakhir, 69 warga Indonesia yang bekerja di kapal Diamond Princess dijemput pulang.

Namun, peran aktif masyarakat mutlak diperlukan sehingga upaya penangkalan bisa lebih optimal. Agar tak tertular, kata Kepala Lem­baga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio, masyarakat harus menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh.

Selain itu, masyarakat perlu meng­hindari kerumunan terutama di negara-negara yang terpapar oleh vi­rus korona. ”Karena kita belum tahu banyaknya orang yang tertular tetapi tidak menimbulkan gejala. Kalau memang terpaksa harus mengunjungi, selalu gunakan masker ke mana saja dan menjaga kebersihan, serta hindari kerumuman orang.”

Ditekankan, publik tidak perlu ce­mas untuk beraktivitas secara normal di Tanah Air. Senada, dokter spesialis paru RS Persahabatan Jakarta, Erlina Burhan, meminta masyarakat tidak panik dan tetap beraktivitas.

Menurut Erlina, berbagai virus, termasuk covid-19, dapat dicegah de­ngan pola hidup bersih dan sehat. “Waspada, tapi jangan panik.”

Guru Besar Departemen Biologi FMIPA IPB University Sri Budiarti menilai langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah sudah bagus. Masyarakat pun perlu melakukan pencegahan terhadap virus korona dengan meningkatkan pertahanan tubuh dan menjaga kebersihan.

“Saran saya untuk masyarakat, ja-ngan bingung, jangan heboh, jangan panik. Kuncinya jaga kebersihan, makan yang baik, itu saja.

Hingga kini, pemerintah menyatakan Indonesia masih terbebas dari virus korona. Sekretaris Ditjen Pence­gahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menegaskan, untuk mem­pertahankan status zero case itu, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dan surveilans aktif. Dalam hal ini, pemerintah daerah dilibatkan untuk memantau kesehat­an masyarakatnya.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta membentuk Tim Tanggap covid-19 guna mengantisipasi menyebarnya virus korona di Jakarta. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Instruksi Gubernur No 16/2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan virus korona di DKI Jakarta.

Anies menuturkan Dinas Kesehatan DKI sedang memantau 115 warga yang memiliki gejala mirip penyakit akibat virus korona. Dia mengimbau masyarakat agar tidak panik. “Tapi, kita semua harus bersiaga dan saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk berkegiatan seperti biasa, tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *