Categories Infrastruktur

Transformasi Kota Cerdas IKN Mulai Terealisasi

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai smart forest city atau kota hutan cerdas, mulai terealisasi.

Hal ini menyusul kinerja Otorita IKN dalam bidang transformasi hijau dan digital sepanjang kurun 2024.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menuturkan, pembangunan infrastruktur digital yang modern dan terintegrasi mulai direalisasikan dengan terpasangnya berbagai perangkat Internet of Things (IoT) dan fasilitas pendukung kota cerdas.

Menurut Ale, ada sejumlah indikator konsep smart forest city IKN mulai terwujud. Di antaranya adalah terbangunnya jaringan sensor perkotaan yang saling terintegrasi, 40 sensor kebakaran hutan yang dapat menghitung tekanan udara, dan temperatur dan kelembaban.

Selain itu terdapat pula 1 sensor banjir untuk mengukur Kedalaman Air Sungai, 1 sensor kualitas udara untuk mengukur konsentrasi polutan, dan lebih dari 90 kamera CCTV yang turut mendukung berjalannya sistem keamanan melalui analitik video di IKN.

“OIKN juga telah memasang Security dan Network Operation Center (SOC/NOC) untuk memastikan stabilitas dan keamanan infrastruktur digital serta pembentukan unit Computer Security Incident Response Team atau CSIRT dalam memitigasi ancaman siber secara proaktif,” ungkap Ale, Kamis (9/1/2025).

Pengoperasian Integrated Command and Control Center (ICCC) IKN tahap 1 di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) telah berperan dalam pengawasan pembangunan dan operasional kota, serta pengelolaan keamanan dan bencana melalui kolaborasi dengan TNI, Polri, dan instansi lainnya.

Pembangunan infrastruktur digital juga telah berjalan pesat melalui Multi Utility Tunnel (MUT) yang mengintegrasikan jaringan telekomunikasi dengan utilitas lainnya telah mencapai penggelaran lebih dari 40 km kabel Fiber Optic, terbangunnya 19 menara BTS dan 20 Mobile BTS, dan juga dukungan penggunaan konektivitas berbasis satelit melalui Bakti dan Starlink.

Terdapat pula sistem monitoring PLTS IKN di WP-5 IKN yang mencatatat telah memproduksi energi hijau sebanyak 11.55 GWh selama masa operasinya.

Energi yang dihasilkan ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 5,49 ribu ton CO2eq atau setara dengan penanaman 7,5 juta pohon.

“Monitoring ini terus dilakukan sejak beroperasinya sistem 10 MW PLTS IKN (per Februari 2024) untuk memastikan kinerja optimal dari kapasitas string sebesar 13.500 MWp,” ungkap Ale.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *