Stafsus Presiden Dini Purwono: Presiden Jokowi Sangat Berkomitmen Dalam Memberantas Korupsi

Stafsus Presiden Dini Purwono: Presiden Jokowi Sangat Berkomitmen Dalam Memberantas Korupsi

Suarayogyakarta.com – Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono mengatakan, pembentukan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai komitmen Presiden Jokowi dalam pemberantasan korupsi.

Sehingga, menurut Dini, adanya Dewan Pengawas KPK ini menjadi bukti rasa sayang Presiden Jokowi kepada KPK.

Selain itu, Dini Purwono juga menyebut Dewan Pengawas KPK ini untuk menemani pimpinan KPK dalam menjalankan pekerjaannya.

“Presiden Jokowi jelas tetap dengan komitmen dalam upaya memberantas korupsi,” kata Dini Purwono di Studio Menara Kompas, Selasa (24/12/2019).

“Presiden Jokowi sayang dengan KPK, dengan diberikan dewan pengawas sekarang, untuk menemani pimpinan KPK supaya bisa bekerja dengan baik,” lanjutnya.

Dini juga menyebut pembentukan Dewan Pengawas KPK sebagai bentuk pemberdayaan secara positif. “Jadi justru di empower (memberdayakan) secara positif,” katanya. “Dewan pengawas ini dihadirkan untuk meng-empower pimpinan KPK,” jelas Dini Purwono.

Staf Khusus Presiden ini juga mengungkapkan, dalam Undang-undang revisi KPK, disebutkan bahwa Dewan Pengawas KPK tidak mengambil semua kegiatan dari pimpinan KPK.

“Kalau kita lihat dengan jeli dalam Undang-undang Nomor 19 tahun 2019, tidak begitu luasnya dalam sehari-hari dewan pengawas men-take over kegiatan pimpinan KPK,” ungkapnya.

Sehingga, ia menyebut kegiatan dari Dewan Pengawas KPK ini terbatas.

“Keterlibatan dewan pengawas adalah terbatas, tapi memang penekanannya pada kode etik,” imbuh Dini.

Dini Purwono juga membantah jika pengangkatan Dewan Pengawas KPK ditunjuk oleh Jokowi.

Ia mengatakan, anggota Dewan Pengawas KPK ini merupakan usulan dari tim internal.

“Itu tidak betul pengangkatan dewas itu adalah ditunjuk oleh presiden,” kata Dini Purwono.

Ia mengatakan, pada awalnya Dewan Pengawas KPK ini memang sudah direncanakan akan dilantik bersamaan dengan pelantikan komisioner KPK.

“Penunjukan pertama kali dilakukan oleh presiden karena keterbatasan waktu, karena kita mau pelantikan dewas ini bersamaan dengan komisioner KPK,” ungkap Dini.

Dini berujar, akan butuh waktu yang lebih lama jika Dewan Pengawas KPK dipilih oleh panitia seleksi (pansel).

Karena menurutnya, juga perlu waktu untuk membentuk panitia seleksi.

“Sekarang proses dari pemilihan pimpinan KPK sudah selesai, kalau kita menunjuk pansel lagi, kita akan menunggu dua sampai tiga bulan lagi,” ujar Dini.

Ia mengaku ikut terlibat dalam penunjukan nama-nama Dewan Pengawas KPK, sehingga ia tidak setuju jika dikatakan anggota dewas ini yang menunjuk adalah presiden.

“Ditunjuk presiden langsung bukan berarti presiden yang menunjuk langsung, karena saya terlibat dalam penjaringan nama-nama dewas ini,” imbuh Dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *