Stabilkan Harga, Siap Gelar Operasi Pasar

Jelang tutup tahun, sejumlah harga bahan kebutuhan pokok merangkak naik. Komoditas minyak goreng, cabai rawit merah dan telur paling mencolok.

Kepala Seksi Distribusi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, Sigit Haryanto mengakui, sejumlah harga kebutuhan terpantau naik. Kenaikan awal terlihat dari minyak goreng curah dan pada saat sekarang masih tinggi karena dijual di kisaran Rp 19 ribu per liter. Hasil pantauan harga telah dilaporkan ke Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIJ.
“Akan ada kebijakan operasi pasar (OP) untuk menstabilkan harga khususnya minyak goreng,” kata Sigit Haryanto.

Dia menjelaskan, kebijakan Kementerian Perdagangan RI bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) menyalurkan minyak goreng. Nantinya didistribusikan ke lima kabupaten dan kota. “Untuk Kabupaten Gunungkidul mendapat alokasi sebanyak 420 liter,” ujarnya.

Pendistribusian minyak goreng untuk Kabupaten Gunungkidul, bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Aisyah (PDA). Pembelian dengan cara tebus harga yaitu dengan harga senilai Rp 14 ribu per liter. “Kami sedang koordinasi dengan swalayan yang ditunjuk,” ujarnya.

Dengan demikian diharapkan harga minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah di Kabupaten Gunungkidul bisa terjangkau dan stabil.
Sementara itu salah seorang pedagang Pasar Argosari, Kurniawati menyebut minyak goreng kemasan per liter dijual Rp 20 ruibu. Sebelumnya harga di kisaran Rp 12 rubu sampai dengan Rp 13 ribu per liter.

Selain minyak goreng, harga telur ayam juga mahal hingga menembus angka Rp 32 rubu per kilogram. Cabai rawit merah Rp 100 ribu per kilogram. Sebelumnya di bulan Oktober harga masih Rp 16 ribu per kilogram. Cabai rawit merah sekarang Rp 85 ribu per kilogram. “Untuk ketersediaan barang aman, tapi mahal,” ujarnya. 

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *