Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku prihatin dengan gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang kini justru menurutnya berupaya menciptakan kekacauan hanya demi politik.
Ferdinand menegaskan, untuk bisa mencintai Indonesia bukan dengan menciptakan kerusuhan.
“Prihatin melihat semua ini, KAMI yang katanya gerakan moral, gerakan meluruskan kiblat bangsa, justru merencanakan sesuatu yang buruk bagi bangsa, kerusuhan, pembakaran, penjarahan dan upaya-upaya menciptakan chaos hanya demi politik. Mencintai Indonesia bukan dgn cipta kerusuhan..!,” ungkap Ferdinand melalui akun twitternya @FerdinandHaean3, Senin (19/10/2020).
Usai muncul cuitan tersebut, muncul sejumlah komentar dikolom akun twitter Ferdinand. Seperti @SriRedjeki2 yang menilai gerakan KAMI bagaikan boneka Hellow Kitty.
“Kalo udah gini, petingginya yg dulu tiap hari cuap2, kerjaannya selalu njelek2kin dan fitnah pak @jokowi, kini pada tiarap… Nyali hellow kitty sok2an mau jadi Rambo lagee,” ujar @SriRedjeki2.
Selain itu datang juga dari @NengAri12, NengAri mengatakan tidak pernah percaya dengan gerakan apapun yang menurutnya datang dari para pembencu Presiden Jokowi.
“Ahhsyudahlahhh…aku mah tetap gak percaya dg gerakan apapun dr para pembenci Jokowi. Maaf ya,” saut @NengAri12.
Sebelumnya, Petinggi KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa organisasi yang dibuatnya bersama beberapa tokoh senior di Indonesia tidak dibuat untuk kepentingan politik. Sehingga, tidak ada niat untuk mendirikan sebuah partai politik.
“Kalau ini jadi sebuah partai, maka saya tegaskan orang-orang deklarator dan presidium KAMI mengkhianati kepercayaan rakyat karena tujuannya (KAMI) untuk meluruskan sebuah bangsa,” tegas Gatot dikutip dari YouTube Karni Ilyas Club.
Gatot menegaskan bahwa organisasi KAMI didirikan oleh kumpulan orang yang berdasarkan moral, dan jauh dari tujuan politik yang lebih berjuang untuk kekuasaan dan KAMI yang didirikan sekarang ini berjuang untuk sebuah nilai.
Dirinya memastikan, jika gerakan KAMI menjadi sebuah partai politik. Maka dia adalah orang pertama yang akan keluar daru gerakan tersebut.
“Kalau ini menjadi partai maka saya tegaskan di sini bahwa orang-orang KAMI, deklarator KAMI, presidium KAMI adalah mengkhianati kepercayaan rakyat,” ucapnya.
