Categories Politik Yogyakarta

Pilpres 2024 di DIY Aman dan Damai, Kapolda DIY Optimis Pilkada di DIY Berjalan Damai dan Lancar

Suara Yogyakarta – Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, menegaskan perbedaan pilihan politik yang terjadi di tengah masyarakat pasca Pilpres 2024 mulai mereda dan mengarahkan ke normal seperti semula.

“Perbedaan pandangan politik dalam kontestasi pemilu presiden adalah hal biasa. Saya yakin para pemilih di Yogyakarta sudah punya kedewasaan. Residu kemarin seharusnya sudah selesai,” demikian diungkapkan oleh Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan di sela diskusi panel bertajuk ‘Peran Pemuka Agama dalam Mendorong Rekonsiliasi Pasca Pilpres 2024’, yang digelar Gereja Kristen Jawa (GKR) Gondokusuman.

Suwondo menambahkan fenomena itu bukan isapan jempol belaka, karena kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan gesekan antar kelompok benar-benar dapat diminimalisir. Berdasarkan pada pengalaman pilpres kemarin tersebut, maka dirinya optimis, Pilkada yang digelar di kota dan kabupaten di DIY pada November 2024 nanti, bisa berjalan damai.

“Kedewasaan yang mungkin tidak mudah diwujudkan di tempat lain. Maka, kita harus yakin dan percaya diri, Pilkada bisa berjalan damai,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda DIY menjelaskan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal berharga bagi Yogyakarta yang menyandang predikat kota pelajar dan kota pariwisata.

” Dalam menjaga kamtibmas tidak bisa hanya mengandalkan peran Polri semata, lantaran semua pihak ikut berkontribusi secara aktif. Keamanan dan ketenteraman yang terwujud saat ini bukan berkat Polri saja, tapi karena kuatnya kerja sama antara unsur pemerintah dan masyarakat, termasuk pemuka agama. Itu satu gerakan yang sama dan kami tinggal mendirijenkannya,” jelasnya.

Selain Kapolda DIY, Pengajar Arizona State University, Amerika Serikat, Peter Suwarno, Ph.D., serta pengajar Filsafat Keilahian UGM, Dr. Leonard Chrusostomos Epafras, turut didapuk menjadi pembicara. Diskusi dihadiri oleh perwakilan pimpinan gereja Kristen, pendeta, romo, pastor, gembala, perwakilan gereja Katolik, pemimpin umat Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, pejabat Forkominda dan aktivis sosial.

Ketua Panitia Diskusi Panel, Joko Pamungkas mengatakan sekitar 400 undangan ikut ambil bagian dalam diskusi yang dilangsungkan di Gedung GKR Gondokusuman Yogyakarta tersebut. Diskusi ini awalnya hanya untuk kalangan Gereja Krsiten DIY saja, namun berkat hasil diskusi dengan Kapolda dan sejumlah tookoh, akhirnya diskusi diperluas melibatkan tokoh lintas agama.

“Diharapkan pelaksanaan Pilda 2024 nanti bisa berjalan damai,” pungkas Kapolda DIY.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *