BANTUL – Kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul menandatangani pakta integritas. Untuk melaksanakan tahapan Pilbup Bantul yang aman, tertib dan sehat. Kegiatan yang difasilitasi Bawaslu Bantul digelar di Aula kantor Bawaslu Bantul Jum’at (23/10/2020).
Hadir pada kegiatan ini jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bantul, Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati beserta tim suksesnya. Diawali dengan pembacaan deklarasi untuk mewujudkan pilbup Bantul 2020 yang aman, tertib dan aman.
Pembacaan deklarasi dipimpin Ketua Bawaslu Harlina. Diikuti dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Isi deklarasi antara lain, mematuhi protokol kesehatan, mewujudkan netralitas ASN, menolak politik uang, berita hoax, politisasi sara dan kampanye hitam.
Usai pembacaan deklarasi dilanjutkan penandatanganan pakta integritas. Diawali oleh kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Dikuti Ketua KPU, Ketua Bawaslu dan anggota Forkopimda Bantul.
Ditemui usai menandatangani pakta integritas Calon Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku siap menjalankan poin – poin dalam pakta integritas. Karena pilkada memiliki tujuan baik. Sehingga harus dicapai dengan cara – cara yang baik.
Sehingga pakta integritas ini justru menjadi panduan bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Dalam pelaksanaan Pilbup Bantul 2020.
“Selama mematuhi pakta integritas, dipastikan tidak aturan yang dilanggar,” jelas Abdul Halim Muslih.
Pernyataan serupa juga disampaikan Calon Bupati Bantul Suharsono. Sebagai Calon Kepala Daerah tahapan pelaksanaan Pilbup Bantul 2020 harus menjadi cerminan karakter Calon Pemimpin Daerah. Sehingga pakta integritas harus benar-benar dijalankan. Dengan harapan mampu menjadi acuan bagi pemilih untuk menentukan Calon Bupati dan Wakil Bupati.
“Karakter calon kepala daerah dapat dilihat dalam setiap tahapan Pilbup Bantul 2020,” tegas Suharsono.
Ketua Bawaslu Harlina memastikan terwujudnya Pilbup Bantul 2020 yang aman, tertib dan sehat tidak berhenti sampai deklarasi dan penandatanganan pakta integritas. Melalui Pokja yang sudah dibentuk Bawaslu Bantul, akan melakukan fungsi pencegahan, pengawasan dan penindakan.
“Pakta integritas menjadi warning bagi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati agar lebih berhat – hati,” jelas Harlina.
Bahkan Bawaslu Bantul sudah membentuk tim khusus yang mengawasi pelaksanaan kampanye Pilbup Bantul melalui media sosial. Tim akan mengawasi seluruh akun media sosial. Tidak hanya akun media sosial pasangan calon kepala daerah, yang resmi terdaftar di KPU.
