Percepat Kurangi Pengangguran dengan Undang-Undang Cipta Kerja

Percepat Kurangi Pengangguran dengan Undang-Undang Cipta Kerja

Pandemi Covid-19 berdampak cukup berat terhadap sektor ketenagakerjaan. Deputi Bidang Koordinasi Bidang Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, sebanyak 29,12 juta orang kehilangan pekerjaan atau menjadi pengangguran akibat pandemi Covid-19.

“Mereka ada yang menganggur, ada yang di rumahkan. Oleh sebab itu, pemerintah membuat suatu program percepatan untuk pemulihan ekonomi nasional yang intinya untuk menciptakan konsumsi masyarakat sehingga nantinya perekonomian bisa membaik,” ujarnya dalam webinar, Kamis (26/11/2020).

Dalam mendukung peningkatan ekosistem ketenagakerjaan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah telah menginisiasi terbitnya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Menurut Rudy, upaya yang dilakukan pemerintah tersebut dalam rangka membuka lapangan kerja dan pemulihan ekonomi.

“Di dalam UU Cipta Kerja ada beberapa hal, khususnya dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kita mudahkan dari mulai perizinan, kemudian mempermudah kemitraan antara usaha besar dan menengah dengan usaha mikro kecil,” jelasnya.

Rudy melanjutkan, dengan adanya kemudahan perizinan dan regulasi yang lebih baik untuk UMM diharapkan akan menciptakan lapangan pekerjaan. Seperti diketahui, struktur ekonomi di Indonesia didominasi oleh UMKM, yakni mencapai 99%.

Dari jumlah tersebut, total penyerapan tenaga kerja mencapai 97% dan sumbangan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 60%.

“Itu yang kita atur melalui UU Cipta Kerja sehingga nantinya kita harapan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, tambahan angkatan kerja baru saat ini sebanyak 2,36 juta. Namun terjadi penurunan jumlah lapangan kerja yang diciptakan sebesar 0,31 juta.

“Jadi dalam hal ini kita melihat banyak masyarakat bergerak dari sektor formal tadinya 44,12% di 2019 menjadi 39,53% dan mereka sekarang bekerja di sektor informal, sehingga pekerja informal naik,” ujar Sri Mulyani.

Kata dia, jumlah pengangguran di pedesaan meningkat, perkotaan juga alami peningkatan lebih tinggi. Hal ini karena pandemi Covid-19 terus menekan ekonomi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *