Pendidikan Indonesia Harus Siap Masuki Era Society 5.0

Pendidikan Indonesia Harus Siap Masuki Era Society 5.0

DALAM rangka meningkatkan mutu pendidikan di tanah air para pendidik harus berani melakukan transformasi agar bisa menyiapkan anak didik memasuki kehidupan era Society 5.0 yang sarat dengan tuntutan penguasaan kompetensi global, terutama pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) Herawati Prasetyo dalam keterangan yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Jumat (24/1).

Menyadari tantangan dan perkembangan saat ini terutama bidang teknologi informasi dan komunikasi, kami menyadari betapa pentingnya kapasitas tenaga pendidik yang harus punya keberanian bertransformasi sehingga membantu anak didik mereka untuk memasuki era Society 5.0 dengan segala kompetensi yang dibutuhkan.

Dalam rangka itu, kata dia, pihaknya saat ini tengah mendorong para gurunya untuk melakukan inovasi pembelajaran.

Ia mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir, pihaknya telah menghasilkan lebih dari 150 karya tulis ilmiah dari para guru, berupa PTK dan karya Inobel. Beberapa diantaranya telah memenangkan Lomba Innovasi Guru di tingkat Nasional.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga meluncurkan School Collaboration System (SCS) yang merupakan sistem kolaborasi antar sekolah sebagai media pembelajaran baik dari proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di Sekolah serta terintegrasi dalam proses pembelajaran digital (E-Learning) yang dapat digunakan oleh Pendidik dan Murid.

Bukan hanya itu, sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mencanangkan #MerdekaBelajar pihaknya juga mendorong para pendidik untuk terus memiliki kemerdekaan berpikir dalam menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta menghormati perubahan yang harus terjadi agar pembelajaran itu mulai terjadi di berbagai macam sekolah.

“Tuntutan guru saat ini tinggi dengan metode High Order Thinking Skills (HOTS), mengembangkan sekolah berbasis riset dan sekolah berbasis digital sehingga membangun kompetensi guru yang mampu menjawab tuntutan jaman.

Ditambahkan Herawati, Guru era kekinnian harus menjadi ‘Guru Penggerak’ dan ‘Guru Pengimbas’.

“Kami juga ingin Guru-guru binaan dapat memanfaatkan perangkat teknologi multimedia untuk dapat membangun pendidikan yang berwawasan global. Abad ke21 adalah abad digitalisasi, karena itu kemampuan guru dalam mengaplikasikan teknologi digital dalam pembelajaran merupakan keharusan untuk dapat tetap eksis dalam pendidikan era milenium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *