July 8, 2020

Pemkab Sleman Gelar Sosialisasi Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyosialisasikan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk ketahanan pangan keluarga, di Balai desa Harjobinangun, kecamatan Pakem, kabupaten Sleman, Senin (29/06/2020) .

Kegiatan ini diisi oleh ketua TP Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Ia mengatakan, adanya pandemi membuat rumah tangga harus bisa memanfaatkan situasi dengan kreativitas.

“Adanya pandemi memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan keuangan terutama bagi rumah tangga. Maka, perlunya berpikir kreatif seperti, pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk ketahanan pangan selama pandemi,”jelas Kustini saat memaparkan materi sosialisasi pada Senin (29/06/2020).

Menurut Kustini, pemanfaatan lahan perkarangan sebagai lahan produktif dapat dilakukan dengan cara membudidayakan bermacam-macam tanaman keperluan rumah tangga meliputi tanaman cabai, tomat, bayam, kangkung dan jenis sayuran lainnya.

Dengan adanya pemanfaatan media tanam di pekarangan rumah. Tentunya, memberikan keuntungan bagi si pemilik baik dari segi ekonomi dan kesehatan.

Secara ekonomi, membudidayakan ketahanan pangan di pekarangan rumah dapat menghemat pengeluaran apalagi selama pandemi ini.

Kemudian, kesehatan pun didapatkan dari mengonsumsi makanan organik hasil tanam sendiri, yang sudah dipastikan bebas dari bahan kimia berbahaya.

“Banyak sekali manfaatnya ketika memiliki ketahanan pangan sendiri. Selain menghemat uang belanja dengan mengonsumsi produk sendiri, sudah dipastikan aman dan terjamin ketika mengonsumsinya. Apalagi pandemi seperti ini, konsumsi makanan sehat sangat dianjurkan,” tutur Kustini.

Selain pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan, Kustini pun menyarankan untuk beternak lele dengan memanfaatkan barang bekas seperti ember atau wadah besar lainnya.

Dipilihnya lele sebagai sumber protein dalam ketahanan pangan di desa Harjobinangun, kecamatan Pakem, kabupaten Sleman karena nilai gizi pada ikan lele cukup tinggi.

Selain itu, perawatan ikan lele juga tidak memerlukan biaya yang besar dan tergolong lebih mudah dibandingkan ikan jenis lainnya.

“Untuk proteinnya, bisa beternak ikan lele. Perawatannya cukup mudah dan tidak perlu lahan yang luas. Hanya, menggunakan media seperti ember atau tempat cat yang sudah tidak digunakan lagi,” ujarnya.

Adapun materi sosialisasi terkait ketahanan pangan, merupakan rangkaian kegiatan yang menjadi fokus utama di desa desa Harjobinangun, kecamatan Pakem, kabupaten Sleman yaitu, menuju masyarakat new normal di tengah pandemi, upaya peningkatan pendapatan keluarga pasca pandemi, pemanfaatan pekarang rumah dengan cara tumpang sari , dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PSBB) sebagai bidaya masyarakat di tengah pandemi.

Kustini pun, berharap masyarakat kabupaten Sleman terutama Harjobinangun dapat melewati masa pandemi covid-19 dengan tetap berpikir kreatif dan dapat menciptakan peluang untuk kesejahteraan masyarakat.

Sumber : https://jogja.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *