MUI Tepis Kabar Keluarkan Maklumat Minta Jokowi Bubarkan BPIP

MUI Tepis Kabar Keluarkan Maklumat Minta Jokowi Bubarkan BPIP

Majelis Ulama Indonesia (MUI) membantah mengeluarkan maklumat berupa tahdzir (peringatan) kepada pemerintah berkaitan dengan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). MUI meminta masyarakat untuk tidak terpancing dan menyebarluaskan edaran tersebut.

Maklumat yang mengatasnamakan MUI ini memang beredar di media sosial dan di sejumlah situs. Dalam maklumat yang beredar, MUI disebut menolak BPIP dan keputusan itu disebut disetujui oleh dewan pimpinan MUI provinsi di seluruh daerah di Indonesia.

Maklumat yang mencatut nama MUI itu berisi delapan poin pernyataan. Salah satu poin pernyatannya yaitu MUI meminta pemerintah untuk membubarkan BPIP.

Selain itu, edaran itu juga menyebutkan MUI meminta Jokowi untuk mencabut Keppres Nomor 24 Tahun 2016. Jokowi diminta untuk menetapkan hari lahir Pancasila pada 18 Agustus 1945.

Di bagian akhir, edaran itu juga menyebutkan bahwa bila sikap pemerintah dan DPR tetap bersikukuh maka MUI dkk akan melakukan parade akbar. Penolakan terhaap RUU HIP dan RUU BPIP ini juga disebut sebagai kewajiban syar’i.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, pun menepis pihaknya mengeluarkan edaran tersebut. Terkait RUU BPIP ini, Zainut menegaskan MUI sudah membentuk tim.

“Bahwa pernyataan yang mengatasnamakan MUI di atas adalah tidak benar dan bukan bersumber dari MUI. MUI tidak mengeluarkan edaran sebagaimana yang beredar dan dikutip oleh beberapa media daring. Karenanya MUI meminta masyarakat untuk tidak terpancing dan tidak menyebarluaskan edaran yang mengatasnamakan MUI tersebut. MUI juga meminta masyarakat agar waspada propaganda dari pihak-pihak yang mengatasnamakan MUI yang bisa menyebabkan keresahan,” kata Zainut dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *