MUI Ajak Publik Ikut Vaksinasi

MUI Ajak Publik Ikut Vaksinasi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat untuk ikut dalam program vaksinasi. Selain itu, publik juga jangan mudah termakan hoaks alias berita bohong terkait soal vaksin Covid-19.

“Tujuan vaksinasi ini merupakan ikhtiar pencegahan penyebaran COVID-19. Sehingga dapat memutus mata rantai penularan,” ujar Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah Cholil Nafis di MUI Pusat, Jakarta, Jumat (5/3).

MUI, lanjutnya, tengah melakukan vaksinasi bagi 500 pengurusnya dalam dua gelombang. Untuk gelombang pertama sudah dilakukan penyuntikan terhadap 250 orang. Sisanya dua pekan kemudian.

Dia berharap semakin memantapkan masyarakat untuk ikut program vaksinasi. “Sekaligus meyakinkan vaksin ini aman serta dijamin kehalalannya. Kita ingin mengirim pesan bahwa ulama itu telah divaksin. Maka umat mengikuti ulamanya. Vaksin ini halal, aman, dan Insya Allah imun untuk kita semua,” paparnya.

Cholil merinci ada tiga hal yang membuat masyarakat enggan divaksin. Pertama karena sebagian dari mereka takut jarum suntik. Kemudian termakan hoaks bahwa COVID-19 dan vaksin merupakan konspirasi global. Yang ketiga adalah mereka yang menganut keyakinan fatalisme (jabariyyah).

“Ada orang yang masih keyakinannya adalah orang yang fatalisme jabariyyah, dianggap ini penyakit dari Allah. Padahal kita untuk menghilangkan tentu butuh sebab-akibat. Ada hukum kausalitas,” tuturnya.

Karena itu, menurut Cholil, sebab-akibat yang dilakukan sekarang adalah dengan cara divaksin. “Allah yang menyembuhkan semua penyakit. Tetapi harus ada upaya dari manusia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *