Categories Nasional

Minyak Goreng Dipastikan Murah, DMO 300 Ribu Ton

Pemerintah berusaha keras agar harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng Rp14.000-Rp15.500 per liter bisa tercapai. Caranya, Pemerintah menaikkan Domestic Market Obligation (DMO) 300 ton minyak goreng per bulan.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (6/6/2022), di mana ia menyebut bahwa Pemerintah secara resmi mengubah kebijakan minyak goreng curah dari yang tadinya berbasis subsidi menjadi berbasis pemenuhan kewajiban pasar domestik (DMO) dan kewajiban harga domestik (DPO).
 
Menurut  Menteri Luhut,  langkah itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan minyak goreng domestik pada harga yang terjangkau selepas larangan ekspor ini dicabut. Pemerintah menetapkan jumlah DMO per bulan sebanyak 300 ribu ton, sesuai dengan kebutuhan domestik.

“Dalam tahap peralihan ini, jumlah DMO yang ditetapkan pemerintah sejak 1 Juni sebesar 300 ribu ton minyak goreng per bulan. Jumlah ini lebih tinggi 50 persen dibandingkan kebutuhan domestik kita,” katanya.
 
Dijelaskan Menteri Luhut, nantinya minyak goreng itu akan dijual kepada masyarakat dengan HET Rp14 ribu atau Rp15.500 per liter, khususnya daerah yang sebelumnya tidak terjangkau oleh program minyak goreng curah rakyat.
 
Untuk itu, pemerintah juga akan memberikan kompensasi penambahan angka penggali ekspor. Melalui mekanisme ini, harapan pemerintah, program minyak goreng curah untuk rakyat bisa terjangkau ke seluruh wilayah di Indonesia.
 
“Pelaksanaan DMO dan DPO yang telah dijalankan ini merupakan penyempurnaan dari DMO dan DPO yang dilaksanakan sebelumnya, dengan salah satunya merupakan masukan dari hasil review yang dilakukan BPKP,” jelasnya.
 
Luhut juga menegaskan agar masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu khawatir selama tidak melanggar ketentuan dan menjamin para pelaku usaha dapat tetap berjualan dengan aman. Ia memastikan penerapan kebijakan DMO dan DPO ini akan diterapkan secara konsisten hingga kondisi dirasa benar-benar stabil.
 
“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan masa transisi yang sedang berlangsung ini. Berbagai masalah kecil yang akan terjadi di lapangan adalah pembelajaran dan akan segera dicarikan perbaikannya demi menjamin ketersediaan minyak dan harga yang wajar bagi masyarakat,” pungkasnya.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *