Menteri LHK: Kampung Tangguh Nusantara Atasi Perubahan Iklim

Menteri LHK: Kampung Tangguh Nusantara Atasi Perubahan Iklim

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, bersama Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) Abdul Halim Iskandar, menghadiri ‘Launching Kampung Tangguh Nusantara’.

‘Launching Kampung Tangguh Nusantara’ dilakukan Panglima TNI,Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis di Ketapang Urban Aquaculture, Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (9/7).

untuk meringankan dampak pandemi Covid-19, TNI dan Polri menguatkan Kampung Tangguh Nusantara dengan program pemanfaatan lahan dan padat karya.

“Pemanfaatan lahan dengan penanaman bahan pangan cepat panen, dilaksanakan di seluruh jajaran wilayah Kodam dan Polda, termasuk yang secara individu oleh prajurit TNI dan Polri. Hal tersebut tidak hanya membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat, tetapi juga memberi penghasilan tambahan,” ujar Panglima TNI.

Selain itu, Panglima TNI juga menyebutkan bahwa perairan Indonesia yang luas menjadi potensi perikanan tangkap dan budidaya harus diberdayakan. “Konsumsi protein hewani juga penting, kecukupan gizi terutama bagi anak-anak akan menghasilkan generasi yang tangguh dan berkualitas,” ujarnya.

Panglima TNI menambahkan, selain mengantisipasi krisis ekonomi, langkah inovatif juga diperlukan untuk menekan dampak pandemi Covid-19, salah satu langkah tersebut adalah melalui Kampung Tangguh Nusantara yang baru saja diluncurkan.

Kehadiran Kampung Tangguh Nusantara merupakan wujud gotong royong masyarakat dalam menghadapi situasi seperti saat ini. “Melalui kampung tangguh, masyarakat tidak hanya membangun kesadaran bersama, tetapi juga saling bantu dan menguatkan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” terang Panglima TNI.

Kampung Tangguh Nusantara bermula dari inisiatif Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang mengembangkan Kampung Tangguh Semeru.

Fokus utama Kampung Tangguh Nusantara adalah tangguh pada bidang kesehatan jasmani dan rohani, sosial ekonomi, keamanan, serta informasi dan kreativitas. Saat Pandemi Covid-19 seperti saat ini, Kampung Tangguh Nusantara juga diharapkan dapat turut serta menertibkan masyarakat agar dapat mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara Menteri LHK Siti Nurbaya secara serius memperhatikan kondisi sekeliling lahan tambak dan mangrove, serta ornamen bangunan pada areal seluas sekitar 1,5 hektare sampai 2 hektare yang tertata apik dan produktif.

Pada aspek lingkungan dan perubahan iklim, langkah Kampung Tangguh Nusantara ini merupakan langkah adaptasi iklim yang sangat potensial. Di lokasi ini juga terdapat 3.000 meter peresgi tanaman mangrove usia 3 tahun dan mangrove berusia 3-4 bulan.

“Pola ini juga baik untuk penanganan kelompok dengan perhutanan sosial untuk tambak udang,” kata Menteri Siti Nurbaya sambil sesekali melakukan kontak-kontak telepon, kepada Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim untuk mempelajari 7.024 Kampung Tangguh Nusantara pada aspek adaptasi iklim.

Menteri siti menegaskan, pihaknya sudah menugaskan segera Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim untuk koordinasi dengan Asisten Operasi (Asops) Kapolri.

Tadi saya sudah bicara dengan Kapolri dan Kapolri setuju untuknlangkah kolaborasi. Kita akan identifikasi 7.024 kampung se Indonesia dan apakah sudah ada yang terkait dengan Program Kampung Proklim (Proklim) yang sebanyak 2.900 desa di Indonesia binaan KLHK,” kata Menteri LHK.

“Bila nanti berkolaborasi, antara Proklim dan Kampung Tangguh Nusantara, akan menjadi agenda yang cukup ideal untuk pengendalian perubahan iklim pola masyarakat di tingkat tapak,” papar Menteri Siti Nurbaya.

Sumber: https://mediaindonesia.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *