Mensos Realisasikan Janji Presiden untuk Korban Longsor Bogor

Mensos Realisasikan Janji Presiden untuk Korban Longsor Bogor

Menteri Sosial Juliari P. Batubara merealisasikan janji Presiden Joko Widodo kepada korban tanah longsor di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Mensos mengunjungi warga korban tanah longsor untuk menyerahkan langsung bantuan jaminan hidup (jadup) kepada sebanyak 4.188 KK atau 12.403 Jiwa senilai Rp3,72 miliar.

Ini adalah realisasi kepada rakyat di Kecamatan Sukajaya, khususnya dari 4 desa yang terdampak bencana alam longsor,” ungkap Mensos, seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (6/7).

Penyerahan jadup tersebut bersamaan dengan peresmian 1.753 hunian sementara oleh Bupati Bogor Ade Yasin. Hadir juga Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemsos Pepen Nazaruddin dan Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen. TNI Agus Subiyanto.

Mensos juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor dan Danrem 061 yang telah membantunya merealisasikan janji Presiden Joko Widodo.

Mudah-mudahan nanti bisa bermanfaat untuk seluruh warga yang terdampak. Insya Allah nanti pembangunan huntap bisa segera diselesaikan, segera saudara-saudara kita bisa menempati hunian tetap tersebut,” ujarnya.

Mensos juga mengingatkan Bupati Bogor agar mengkaji daerah-daerah yang rawan bencana.

“Artinya, walaupun tidak mudah di lapangan, apakah memang daerah-daerah tersebut masih layak untuk dihuni, karena kalau daerah tersebut masih dihuni, bahkan jumlahnya banyak, sampai kapan pun akan terus terjadi bencana alam yang merenggut korban,” kata Mensos.

“Boleh saja ada bencana alam, itu suatu yang pasti di Indonesia, tapi kalau tidak ada warga yang menghuni kan kerugiannya, khususnya kerugian jiwanya bisa diminimalisasi,” imbuhnya.

Seperti diketahui, peristiwa bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Januari 2020 lalu terjadi akibat hujan yang berintensitas tinggi pada 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor. Antara lain Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Jasinga.

Bencana ini telah merenggut 16 korban jiwa dan menyebabkan ribuan jiwa mengungsi karena kerusakan rumah. Melihat hal ini, Kemensos telah melakukan beberapa langkah penanganan darurat dan penyaluran bantuan sosial.

Antara lain Pengerahan Tagana untuk melakukan aktivitas penanganan darurat bencana dan pelayanan dapur umum dan dukungan Psikososial yang dilakukan oleh Tagana.

Menurut Mensos, saat terjadi bencana, Kemensos telah mengirimkan berbagai bantuan senilai 2,67 milyar. Antara lain bantuan logistik, santunan ahli waris, dan sembako.

“Jadi, kalau ditotal mungkin dari kami selama bencana sampai sekarang sudah sekitar 6,4 miliar rupiah yang kami berikan di Kecamatan Sukajaya, khususnya di empat desa yang terdampak ini,” tandasnya.

Usai menyerahkan bantuan jadup, Mensos dan rombongan meninjau langsung hunian sementara untuk memastikan kondisinya layak huni. Mensos juga mengecek sumber air yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari.

Sementara Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin mengatakan bahwa penyaluran bantuan jaminan hidup bekerja sama dengan Bank Mandiri dengan mekanisme non-tunai.

“Kemensos menyalurkan jaminan hidup dengan non-tunai, mereka dibukakan rekening dan dikasih ATM, tujuanya adalah agar bantuan sampai ke penerima utuh sesuai dengan haknya,” jelas Pepen.

Salah satu penerima bantuan jaminan hidup warga Kampung Nyomplong, Kecamatan Sukajaya, Agus Maulana langsung mencairkan di gerai Mandiri yang telah disiapkan oleh pihak bank.

Alhamdulillah saya dapat bantuan sebesar sejuta lima ratus dari Menteri Sosial. Ya bantuan ini akan saya gunakan untuk kebutuhan pokok, sama biaya sekolah untuk pesantren,” ungkap Agus.

Sumber: https://mediaindonesia.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *