Categories Nasional Politik

Kunjungan Gus Yahya ke Israel Kembali Tuai Kecaman

Suarayogyakarta – Kontroversi seputar kunjungan anggota Wantimpres Yahya Cholil Staquf ke Israel masih berlanjut. Kini organisasi pro Palestina BDS mengecap lawatan tersebut serupa pengakuan terhadap Israel.

Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel memicu hujan kritik seputar simbolisme lawatan yang diyakini serupa dengan pengakuan terhadap negeri Yahudi. Pria yang akrab dipanggil Gus Yahya itu hadir di Yerusalem atas undangan organisasi lobi American Jewish Committee.

Setelah Hamas di Jalur Gaza, kini giliran gerakan boikot Israel, Boycott, Divestment and Sanctions Movement (BDS) yang mengritik Nahdlatul Ulama. Seperti dilaporkan Middle East Monitor, NU berencana menindaklanjuti kunjungan Gus Yahya dengan mengirimkan delegasi ke Palestina untuk mempromosikan perdamaian.

Namun niat tersebut dikecam lantaran mengabaikan nilai simbolik kunjungan tersebut, karena dinilai “memberikan legitimasi atas pendudukan Israel dan menutupi eskalasi serangan terhadap warga Palestina, untuk mengontrol mereka dan menghalangi akses terhadap hak paling dasar sekalipun,” tulis organisasi tersebut lewat kantor berita Quds Press.

Pria yang juga menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu sebaliknya meyakini keputusannya untuk datang ke Israel sudah benar. “Beberapa orang di sini terheran-heran dengan keputusan saya untuk datang, karena mereka berpikir orang ini pasti berada dalam bahaya karena banyak kaum muslim yang pasti mengancam akan membunuhnya,” kata dia kepada Associated Press.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *