Kredit Modal Kerja UMKM Berjalan Baik, Pemerintah Bakal Perluas ke Korporasi

Kredit Modal Kerja UMKM Berjalan Baik, Pemerintah Bakal Perluas ke Korporasi

Pemerintah telah meluncurkan stimulus penjaminan kredit modal kerja untuk UMKM yang terdampak virus corona. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu menganggap program untuk UMKM tersebut sejauh ini berjalan dengan baik.

Sehingga, pemerintah berencana memberikan stimulus serupa kepada korporasi. Febrio mengatakan kredit modal kerja ke korporasi tersebut bisa dimulai dari yang Rp 10 miliar ke atas.

“Melihat ini jalannya baik, pemerintah kemudian melihat program ini sangat bagus dan disambut sektor usaha. Nah ini akan kita launch minggu depan, ini memperluas penjaminan kredit modal kerja itu kalau jilid pertama untuk UMKM, ini akan untuk korporasi,” kata Febrio saat webinar yang diselenggarakan BKF, Jumat (24/7).

Febrio berharap langkah tersebut bisa membuat banyak modal kerja tercipta. Ia mengungkapkan terkait modal kerja untuk UMKM, saat ini atau hampir sebulan sejak program tersebut diluncurkan sudah mencapai Rp 36 triliun.

Pemerintah memang menempatkan dana untuk program tersebut di Bank Himbara sebesar Rp 30 triliun. Febrio menjelaskan Bank Himbara bertekad menjadikan modal kerja tersebut bisa mencapai Rp 90 triliun dalam 3 bulan.

“Sampai minggu lalu itu datanya sudah menunjukkan Rp 36 triliun yang tercipta kredit modal kerja baru dari Rp 30 triliun yang ditempatkan itu. Nah janji mereka 3 bulan mencapai Rp 90 triliun ini tampaknya sangat on track untuk menuju ke sana,” ujar Febrio.

Febrio memastikan akan terus mendorong khususnya peningkatan sektor usaha agar perekonomian mulai membaik. Ia berharap Perbankan juga bisa memaksimalkan stimulus ini secepat mungkin. Rencananya Perbankan di penjaminan kredit modal kerja berikutnya bakal ditambah.

“Lalu akan ada penempatan dana jilid kedua. Kalau tadi jilid pertama Bank Himbara, karena kita lihat jalannya baik ini akan kita perluas bank-bank yang terlibat akan lebih banyak dan kita juga secara spesifik melihat BPD, karena BPD ini langsung berhubungan dengan UMKM di daerah-daerah,” tutur Febrio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *