Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengungkapkan kegeramannya terhadap Front Pembela Islam (FPI).
Hal itu terkait dengan aksi penurunan ratusan baliho FPI dan Habib Rizieq Shihab yang dilakukannya bersama TNI-Polri.
Apalagi dalam aksi penertiban berbagai baliho tersebut, Dudung Abdurachman sempat berkoar-koar ‘menantang’ FPI dengan mengatakan “Sini kalau berani!”.
Terkait hal itu, dia pun mengungkapkan alasan mengapa bisa melontarkan kalimat bernada menantang tersebut.
Awal mula munculnya kalimat tersebut adalah saat TNI-Polri berhasil menurunkan dan menertibkan ratusan baliho milik FPI.
Melihat baliho-baliho mereka diturunkan, FPI tidak terima dan menggeruduk kantor Satpol PP, agar baliho tersebut dipasang kembali.
KSAD pun merasa geram dengan perintah yang diberikan FPI, apalagi mereka melakukan hal tersebut pada saat hampir tengah malam.
“Enggak, itu kan dengan Pol PP, dengan Polisi, dengan TNI. Bayangkan kita dapet 338 (baliho), jadi kantor Pol PP didatangi oleh FPI dan disuruh masang lagi jam 23.00 WIB malam. Kan Gendeng itu, memang mereka ini siapa?,” kata Dudung Abdurachman, dari kanal Youtube Deddy Corbuzier. Selasa, 30 November 2021.
Melihat ‘tingkah’ anggota FPI yang dinilai meresahkan tersebut, dia pun menegaskan negara harus turun tangan mengatasinya.
Sebab jika dibiarkan, apa yang dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang saat ini sudah dibubarkan tersebut bisa berbahaya.
“Di situ saya bilang ini negara harus hadir di situ, negara harus hadir. Kalau dibiarkan ini bahaya, saya bilang begitu,” ucap Dudung Abdurachman.
Tidak hanya meresahkan masyarakat, aksi anggota FPI saat itu juga bahkan meresahkan dan membuat anggota Polisi ketakutan.
“Itu kita udah Pol PP udah ketakutan, Polisi, ya didatangin bawa parang, bawa segala, masa kita diam,” ujar Dudung Abdurachman.
