Kementan: Wirausaha Muda Pertanian Jadi Solusi Ketahanan Pangan

Kementan: Wirausaha Muda Pertanian Jadi Solusi Ketahanan Pangan

Wabah virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 masih berlangsung dan masih melanda Indonesia bahkan dunia. Pandemi ini masih menjadi perhatian seluruh warga dunia karena masih banyak menimbulkan korban baru terlebih belum diketahui pasti kapan pandemi ini akan berakhir.

Sektor pertanian merupakan sektor penting dan krusial bagi suatu negara serta masyarakatnya untuk dapat bertahan di dalam masa pandemi ini. Mengapa krusial? Sebab sektor pertanian merupakan pertahanan negara dan pertahanan tubuh agar tetap dapat makan dan bertahan hidup. Selain itu, pangan merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh makhluk hidup, khususnya manusia dan pangan menjadi sangat penting untuk menjaga sistem imun manusia.

Masalah ketahanan pangan menjadi sangat penting sekaligus rentan bermasalah pada situasi bencana, termasuk bencana wabah penyakit seperti pandemi Covid-19. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada suatu kesempatan menyampaikan, “Kalau makanan bisa terjamin semua tantangan dapat kita hadapi dan tidak boleh ragu sedikit pun, pertanian bisa menjadi jawaban dan kita akan dorong terus petani untuk tetap semangat menjadi pahlawan menghadirkan negara yang kuat dan mempersiapkan makan rakyat.”

UPT Pendidikan-BPPSDMP, yakni Politeknik Lingkup Kementerian Pertanian berpotensi menghasilkan wirausaha muda pertanian, dengan berbekal ilmu dan pengalaman yang di dapat pada saat menjadi mahasiswa di Politeknik Lingkup Kementerian Pertanian, Lulusan Polbangtan (Politeknik Pembangunan Pertanian) tetap hadir dan gencar menjadi wirausaha muda pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengungkapkan bahwa “berdasarkan umur, petani muda yang umurnya dibawah 40 tahun ternyata jumlahnya kurang dari 30% jumlah petani yang ada di Indonesia. Sisanya adalah petani yang umurnya di atas 40 tahun, oleh karena itu 5-10 tahun mendatang kita akan mengalami krisis petani karena umur petani telah memasuki fase yang kurang produktif (diatas 54 tahun)”

Dengan begitu, berdasarkan kekhawatiran akan adanya krisis petani di masa yang akan datang, BPPSDMP kerap mendorong dan memfasilitasi pemuda/pemudi untuk menjadi wirausaha di bidang pertanian.

Kepala BPPSDMP kembali menjelaskan “Program Kementerian Pertanian yang mendukung Petani Milenial, yaitu: Peningkatan kapasitas pemuda pedesaan di bidang pertanian; Pengembangan Wirausaha Muda Perdesaan; Fasilitas Akses permodalan.

Komitmen membangun sumber daya manusia pertanian yang handal dan professional, mencetak generasi milenial (pengusaha pertanian) serta berjuang mewujudkan pertanian maju mandiri dan modern pun diwujudkam oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti. Dengan komitmen tersebut dan dengan adanya dukungan dari Pusat Pendidikan Pertanian-BPPSDMP Lulusan Polbangtan bergerak pada usaha tani dan menjadi wirausaha muda pertanian.

Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *