Anggaran Rp30 Triliun untuk Vaksin Mandiri

Anggaran Rp30 Triliun untuk Vaksin Mandiri

PEMERINTAH harus menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp30 triliun untuk penyediaan dan pengembangan vaksin covid-19 mandiri.

Tenaga Ahli Utama Kepresidenan Kantor Staf Presiden Dany Amrul Ichdan menjelaskan Indonesia membutuhkan sekitar 350 juta vaksin untuk 170 juta jiwa. Angka itu berdasarkan perkiraan risiko penyebaran covid-19 sebesar dua atau tiga.

“Jumlah kebutuhan tersebut lalu dikali kan US$5. Data Kementerian Kesehatan mengatakan kisaran harga vaksin covid-19 antara US$5 dan US$10. Negara menyiapkan bujetnya,” ungkapnya dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertema Vaksin China, uji klinis bukan kelinci percobaan, kemarin. Anggaran tersebut, lanjut dia, sudah termasuk transfer teknologi dari Sino- vac, Tiongkok. Biofarma harus mampu memproduksi vaksin covid-19 secara mandiri.

Ditambahkannya, negara akan memberi batu loncatan kepada pihak-pihak yang memiliki rencana matang untuk pengembangan vaksin. Di samping itu, dia meminta komitmen untuk mendukung pengembangan tersebut.

“Nantinya, Kementerian Kesehatan juga harus komitmen membeli secara simultan produksi yang dihasilkan Biofarma. Jangan sampai jumlah poduksi banyak, yang dibeli hanya separuh,” tandasnya.

Dalam acara yang sama, Corporate Secretary PT Biofarma Bambang Heriyanto menyebut para peneliti yang tergabung dalam konsorsium riset vaksin covid-19 menargetkan akan memproduksi vaksin buatan dalam negeri pada 2022 mendatang.

Bambang mengungkapkan peneliti dari Lembaga Biomolekuler Eijkman Balitbangkes Kemenkes dan berbagai universitas di Indonesia tengah melakukan pemetaan untuk mendapatkan kandidat vaksin. Proses tersebut ditargetkan rampung pada kuartal I 2021.

“Kita di-lead oleh Eijk man. Kuartal I 2021 baru dapat kandidat vaksin. Nanti diberikan ke kami dan dilakukan upscalling. Baru di tahap upscalling, masuk praklinis, uji klinis tahap I, II, III. Setelahnya, baru bisa diproduksi,” ungkapnya.

“Sekarang uji klinis vaksin untuk jangka pendek. Kita bukan hanya beli vaksin, tapi juga beli teknologi. Sinovac sudah diakui WHO, dengan Biofarma pun standarnya sama,” tambahnya.

Sementara itu, ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut uji klinis vaksin covid-19 dapat dikatakan berhasil apabila efektivitas penekanan penyebaran virus dari vaksin tersebut mencapai 70%. “Harapannya, dia memberikan efektivitas lebih dari 70%. Kalau di bawah 50%, belum efektif,” kata Pandu.

Meski uji klinis vaksin segera dilakukan, Pandu mengingatkan proses tersebut tidak selalu membuahkan hasil yang baik. Pasalnya, penemuan vaksin merupakan proses yang memakan waktu dan biaya tidak sedikit. “Pengamatan di dunia, dari banyak pengembangan vaksin, kira-kira hanya 10%-30% yang lulus. Tapi itu risiko yang harus kita ambil,” tegasnya.

Secara terpisah, Ketua Tim Uji Coba Vaksin Covid-19 FK Unpad Kusnandi Rusmil menjelaskan puluhan dokter umum dan spesialis akan di kerahkan untuk memastikan keamanan para relawan yang mengikuti tes tersebut.

“Para dokter akan mendeteksi efek apa saja yang akan terjadi pada subjek sehingga kita punya data tentang keamanan, kekebalan di atas nilai proteksi, dan apakah vaksin ini memberi perlindungan yang nyata terhadap covid-19,” ucapnya.
Kasus positif

Kasus terkonfirmasi positif covid-19 dari data Kementerian Kesehatan, kemarin, bertambah 1.492 kasus, sementara pasien yang sembuh bertambah 1.301 orang. Total kasus positif di Indonesia mencapai 98.778 kasus dan yang telah pulih 56.655 orang. Sementara itu, kasus pasien positif yang meninggal bertambah 67 orang dengan total 4.781 kematian.

Penambahan kasus positif baru terbanyak dilaporkan di DKI Jakarta, yakni 384, Jawa Timur 283, Sulawesi Selatan 133, Kalimantan Selatan 116, dan Jawa Tengah 76 kasus.

Sumber: https://mediaindonesia.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *