Kemandirian Kampung di Kota Yogya Dorong Kedisiplinan Warga

Kemandirian Kampung di Kota Yogya Dorong Kedisiplinan Warga

Seluruh kampung di Kota Yogya diharapkan memiliki kemandirian yang kuat. Dengan kemandirian kampung dalam menghadapi penyebaran virus Korona, maka akan mendorong kedisiplinan warga untuk menerapkan ‘physical distancing’. Mengingat, saat ini aktivitas masyarakat di luar rumah juga cukup tinggi.

Harapan kami, warga yang keluar rumah itu tidak turun dari kendaraan atau hanya sekadar keliling mengusir kepenatan. Jika terpaksa harus turun, jalankan protokolnya seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker maupun menghindari kerumunan,” urai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, di sela penyerahan bantuan peralatan bagi tiap kampung, akhir pekan lalu.

Menurut Heroe, ancaman virus Korona di Kota Yogya maupun Indonesia masih belum hilang. Jika masyarakat sudah lengah dan tidak disiplin dalam menjalankan protokolnya, maka bisa berpotensi meningkatkan penularan. Meski saat ini penularan dari transmisi lokal belum ditemukan, akan tetapi hal itu sangat bergantung dari kedisiplinan masyarakat.

Oleh karena itu, Heroe mendorong tiap kampung memiliki kemandirian dalam menjaga wilayahnya. Berbagai kebutuhan yang mendukung kemandirian kampung juga akan diupayakan untuk dipenuhi oleh pemerintah. Tahap awal, bahan disinfektan sudah diperbantukan bagi tiap kampung tangguh bencana (KTB). Sedangkan saat ini peralatan penyemprotan kembali dibagikan. “Bantuan berupa alat semprot ini tidak hanya bagi KTB tapi juga semua kampung. Totalnya ada 169 kampung yang saat ini

Selain alat penyemprot, sejumlah bantuan lain juga siap didistribusikan. Salah satunya masker berstandar dari WHO yang masih dalam proses pengadaan. Seluruh bantuan itu diharapkan mampu memberikan motivasi bagi pengurus tiap kampung dalam menggerakkan warganya untuk konsisten dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya Hari Wahyudi, menambahkan saat ini terdapat 115 KTB yang sudah terbentuk. Seluruhnya pun sudah diberdayakan untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dirinya berharap, dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat di wilayah dalam menjalankan protokol pencegahan Covid-19 maka mata rantai penularannya pun bisa terputus.

Sumber : https://www.krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *